Arsip Bulanan: Agustus 2012
Penutupan Olimpiade London 2012 akan Spektakuler
Metrotvnews.com, London: Deretan penyanyi dan grup musik asal Inggris akan tampil memeriahkan upacara penutupan Olimpiade London 2012. Musisi top yang akan tampil di antaranya Take That, George Michael, Adelle, dan grup rock MUSE.
Konsep upacara penutupan Olimpiade London 2012 pada Ahad esok akan menceritakan sejarah perjalanan musik pop Inggris, seperti yang dijanjikan penata musik Olimpiade London kali ini, David Arnold. Pencipta lagu latar lima film James Bond itu memastikan Paul McCartney dan Adelle akan tampil dalam upacara penutupan bertema “A Symphony of Music” nanti.
Selain itu vokalis “the Who” Roger Daltrey telah menyiapkan lagu yang akan turut memegahkan penutupan Olimpiade itu. Ikon pop 1980-an George Michael bahkan menuliskan dalam Twitter-nya bahwa ia menghabiskan sebagian besar waktunya belakangan ini untuk menyiapkan diri dalam upacara penutupan Olimpiade London. Grup band rock MUSE juga dipastikan turut meramaikan acara ini.
Liam Gallagher beserta mantan anggota band Oasis lainnya Gem Archer, Andy Bell, dan Chris Sharrock, akan tampil bersama band barunya, Beady Eye. Mereka akan membawakan tembang yang pernah dipopulerkan Oasis, yaitu Wonderwall.
Media massa Inggris memberitakan selain menampilkan deretan penyanyi dan musisi asal Inggris top dunia, upacara penutupan Olimpiade London yang berdurasi 2 jam itu akan diramaikan sejumlah supermodel, di antaranya Kate Moss, Naomi Campbell, dan Lily Cole. Mereka akan melenggak-lenggok di panggung layaknya ajang fesyen show.(DSY)
Curahan Hati Greysia Polii dan Meiliana Jauhari

Greysia Polii
LONDON, Kompas.com – Satu-satunya pasangan ganda putri Indonesia yang berlaga di Olimpiade London 2012, harus menerima kenyataan pahit saat didiskualifikasi oleh BWF (Badminton World Federation). Greysia Polii/Meiliana Jauhari dianggap melanggar kode etik karena sengaja mengalah di babak penyisihan grup C pada Selasa, (31/7) agar bisa terhindar dari pasangan Wang Xiaoli/Yu Yang di babak perempat final.
“Kami dilatih oleh senior-senior yang sudah punya pengalaman mendunia, kami siap untuk kalah. Namun kami tidak siap dituduh curang” ujar Meiliana mengekspresikan bentuk kekecewaanya atas kejadian ini.
Keputusan diskualifikasi ini menjadi tamparan keras bagi Greysia/Meiliana. Betapa tidak, selama empat tahun keduanya mempersiapkan diri untuk mendapat hasil yang maksimal di pesta olahraga paling bergengsi ini. Berjuang untuk lolos kualifikasi olimpiade pun dijalani Greysia/Meiliana tak hanya dengan tetesan keringat, tapi juga air mata.
“Setelah dipikir ulang, kesedihan pasti ada. Tapi mengucap syukur sama Tuhan buat keadaaan ini lebih baik daripada bersedih. Sebagai pemain pasti kejadian ini membuat kami terpukul, tapi setidaknya kami sudah berusaha dan menyelesaikan pertandingan” kata Greysia yang mencoba untuk tabah menghadapi cobaan ini.
Greysia sempat mengalami cedera pada bahu kanannya ketika ia terjatuh saat bertanding di Taipei Open Grand Prix Gold 2011. Setelahnya prestasi pasangan ini pun menurun drastis sampai beberapa kali mereka harus tersingkir di babak awal. Tak dipungkiri Greysia bahwa ia mengalami masa-masa sulit yang membuatnya jatuh bangun dan nyaris putus asa. Namun dengan kegigihan dan kesabarannya, ia dan Meiliana akhirnya bisa bangkit dan lolos ke olimpiade.
Belum berakhir perjalanan mereka di olimpiade, keduanya harus terlibat insiden manipulasi pertandingan sehingga dilarang tampil dan melanjutkan perjuangannya bagi Indonesia. Sungguh disayangkan semuanya harus diakhiri Greysia/Meiliana dengan cara yang sangat menyakitkan.
Keduanya mengaku sempat shock dan tak percaya akan apa yang terjadi. Akan tetapi nasi sudah menjadi bubur, bagi Greysia/Meiliana, tak ada gunanya berlarut-larut dalam kesedihan, toh keputusan ini semuanya sudah terjadi dan tak ada yang dapat mereka lakukan.
“Ya mau bagaimana lagi, mungkin Tuhan punya rencana yang lebih indah untuk kami. Kecewa itu pasti, namun kami akan fight back dengan prestasi” kata Meiliana, pemain asal klub PB Djarum ini.
Senada dengan Meiliana, Greysia pun menutupi kesedihannya dan berusaha terlihat tegar menghadapi permasalahan di karir bulu tangkisnya.
“Saya merasa sedih sewaktu saya tidak bisa bermain bulu tangkis lagi, saya pernah merasakan itu saat mengalami cedera bahu kanan kemarin. Jadi sekarang tak ada alasan untuk saya bersedih dan menyerah. Karena saya masih bisa bermain bulu tangkis kok, dengan tangan yang normal…” ungkap Greysia yang merupakan pemain kelahiran 11 Agustus 1987 ini.
Bona/Ahsan Gagal ke Semifinal

Bona Septano (kanan) dan Mohammad Ahsan
JAKARTA, Kompas.com – Ganda putera Indonesia, Bona Septano/Muhammad Ahsan gagal lolos ke semifinal Olimpiade London setelah disingkirkan ganda Korea Chung Ju Sung/Lee Yong Dae, Kami dalam dua game 12-21 16-21.
Di game pertama, Ahsan/Bona harus menyerah 12-21 dalam pertandingan yang berlangsung di Wembley Arena tersebut. Pasangan Indoensia ini menyerah dalam 20 menit.
Di game kedua Bona/Ahsan memberi perlawanan dengan sengit. Tertinggal 8-10 mereka mengejar menjadi 10-11. Mereka kemduian tertinggal lagi 12-15 sebelum menyerah 16-21.
Dengan hasil ini Chung/Lee di babak semifinal akan menghadapi pemenang perempatfinal lainnya antara ganda Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen yang mengalahkani ganda Taiwan, Fang Chieh Minh/Lee Sheng Mu 21-16 21-18.
Di semifinal lainnya, favorit juara cai Yun/Fu Haifeng dari China akan menghadapi ganda Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.
Sementara bagi Ahsan/Bona hasil ini juga membuat mereka gagal meneruskan tradisi ganda putera Indonesia yang merebut medali enas Olimpiade sejak Ricky Subagja/rexy Mainaky (1996), Topny Gunawan/Candra Wijaya (2000) dan Markis Kido/hendra Setiawan (2008).