Kisah Miris Siswa di Sulsel Berenang dan Arungi Sungai ke Sekolah

Kisah Miris Siswa di Sulsel Berenang dan Arungi Sungai ke Sekolah

Maros – Demi meraih cita-cita, pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah (SMP) dusun Damma, Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Sulawesi Selatan rela bertaruh nyawa dengan menyeberangi sungai yang dalam dan deras.

Mereka tidak punya pilihan lain, lantaran satu-satunya akses yang bisa mereka lalui, hanya di sungai itu saja. Saat hujan deras dan membuat sungai meluap, mereka terpaksa meliburkan diri karena sungai itu tidak bisa diarungi lagi. Tak hanya mereka, ratusan warga pun ikut terisolir.

Mirisnya, kondisi ini sudah dialami warga sejak dulu. Namun, tidak pernah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Jembatan yang telah dibuat tahun 2015 lalu juga tidak kunjung rampung hingga saat ini.

“Kondisi ini sudah sejak awal adanya kampung kami di sini. Setiap hari, baik warga maupun anak sekolah bertaruh nyawa menyeberang sungai ini. Kita tida punya pilihan lain, karena ini satu-satunya jalan,” kata seorang warga, Abdullah saat ditemui, Minggu (8/4/2018).

Beberapa tahun lalu, seorang ibu yang membawa dua anaknya menyeberang sungai itu, hanyut dan semua ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tak hanya itu, seorang warga yang meninggal dunia tidak disalatkan karena tidak satupun pemuka agama yang datang karena kondisi air deras.

“Kami juga heran kenapa jembatan itu tidak kunjung dirampungkan, padahal sungai ini sudah menelan korban. Penderitaan warga di seberang sungai sangat berat karena kadang mereka terisolir kalau airnya tinggi,” lanjutnya.

Saat detikcom berkunjung ke lokasi itu, siswa yang baru saja pulang dari sekolahnya menyeberang sungai dengan menggunakan ban yang ditarik oleh siswa lainnya. Itupun hanya ada satu-satunya ban, sehingga siswa itu harus bolak-balik menjemput.

Ban itu hanya boleh dinaiki oleh siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan juga pelajar perempuan. Siswa lainnya, berenang sambil membawa tas mereka dengan menggunakan satu tangan. Bahkan, beberapa dari mereka pun terseret arus hingga beberapa meter dari tempat awal mereka berenang.

“Ban ini dinaiki untuk anak SD sama anak perempuan saja, karena kita takut mereka terseret. Mereka semua bisa berenang. Tapi airnya memang deras dan dalam, jadi kita gunakan ban sebagai bantuan,” kata seorang siswa SMP kelas 2, Iskandar.

Bagi mereka, rasa takut saat bertaruh nyawa menyeberangi sungai itu adalah bagian dari perjuangan meraih cita-cita. Iskandar yang bercita-cita menjadi guru bermaksud membuka sekolah di kampungnya agar hal yang ia alami saat ini tidak lagi dirasakan oleh anak-anak lain.

“Saya mau jadi guru, biar nanti saya buka sekolah di kampung saya. Saya tidak mau melihat lagi anak-anak nantinya seperti kami ini. Kalau dibilang takut, pasti adalah. Tapi harus bagaimana lagi. Ini kita anggap satu perjuangan,” sungkapnya.

Saat ini, baik siswa maupun warga, sangat berharap jembatan itu segera dirampungkan. Jembatan itu merupakan satu-satunya harapan mereka untuk melanjutkan kehidupan mereka yang lebih baik. Pasalnya, tak jarang hasil pertanian dan kebun mereka tidak bisa dijual karena tidak ada akses. (nkn/nkn)

Sumber: detik.com

Matikan Lampu dan Bersiap Lihat Fenomena Langit Langka 6 Agustus

Milky Way di langit Selandia Baru. (Rob Dickinson/Caters)Liputan6.com, Jakarta – Masyarakat perkotaan dunia kini jarang bahkan tak dapat melihat malam langit gelap bertabur bintang, akibat polusi cahaya yang makin parah. Hal itu disebabkan karena berhamburnya cahaya lampu kota yang menyebabkan langit tampak terang, sehingga mengalahkan cahaya bintang.

Atas hal tersebut, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia untuk mematikan lampu yang berada di luar ruangan pada Sabtu, 6 Agustus 2016, pukul 20.00-21.00 waktu setempat.

Kegiatan itu merupakan kampanye “Malam Langit Gelap” untuk membangun kesadaran masyarakat tentang menyelamatkan malam dari polusi cahaya yang telah mengubur keindahan langit malam.

Kampanye itu dipilih sebagai bagian aksi keantariksaan karena dianggap mudah diikuti oleh masyarakat, layaknya gerhana 9 Maret yang banyak diminati.

“Gerhana Matahari total pada 9 Maret lalu menunjukkan antusiasme masyarakat kita di seluruh Indonesia dan mereka menikmatinya,” ujar Ketua Lapan, Thomas Djamaluddin, dalam pencanangan “Malam Langit Gelap”, Jumat (5/8/2016).

Pemilihan tanggal 6 Agustus sendiri selain memperingati Hari Keantariksaan, juga terkait dengan musim kemarau pada bulan Agustus, sehingga berpeluang besar untuk mengamati langit yang cerah bertabur bintang kalau gangguan polusi cahaya diminimalkan.

Lalu apa pemandangan ‘langka’ yang terjadi pada malam 6 Agustus 2016?

Untuk sebagian besar masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di perkotaan, menatap langit malam berhias Galaksi Bima Sakti atau Milky Waymerupakan hal langka.

Namun jika seluruh masyarakat secara kompak dapat mematikan lampu luar ruangan, maka bukan hal yang mustahil jika langit malam berhias Galaksi Bima Sakti dapat dinikmati.

“Ada Galaksi Bima Sakti, ada rasi-rasi bintang yang menarik perhatian. Saat kita bisa mengurangi polusi cahaya, diharap bisa mengembalikan melihat keindahan langit,” tutur Thomas.

Selain itu, Thomas juga menuturkan sejumlah rasi bintang lain yang bisa dilihat, yakni Angsa (Cygnus) di langit Utara dengan Segitiga Musim Panas (Summer Triangle) serta tiga bintang terang di sekitar rasi Angsa: Vega, Deneb, dan Altair. Di langit Selatan pun terlihat rasi Layang-Layang atau Salib Selatan (Crux), yang sering digunakan sebagai penunjuk arah Selatan.

Tersangka Utama Bom Bangkok Dikabarkan Berada di Turki

Tersangka Utama Bom Bangkok Dikabarkan Berada di Turki

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan bom yang berdekatan dengan Kuil Erawan, di pusat kota Bangkok, Thailand, Selasa 18 Agustus 2015. Ledakan tersebut menewaskan puluhan orang.

SRIPOKU.COM, BANGKOK – Kepolisian Thailand mengatakan seorang tersangka utama peledakan bom di sebuah kuil di ibu kota negara itu bulan lalu diketahui sudah masuk ke Turki.

Juru bicara Kepolisian Thailand Prawut Thavornsiri mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian negara itu dan pejabat Bangladesh, tersangka Abudusataer Abudureheman meninggalkan bandar udara Bangkok malam sebelum ledakan pada 17 Agustus.

Dengan menggunakan paspor China, ia terbang ke Bangladesh. Pihak berwenang Bangladesh mengatakan berdasarkan catatan keimigrasian, Abudureheman atau juga dikenal dengan nama Izan bertolak ke India dua minggu berikutnya.

Dikatakan oleh Thavornsiri, Abudureheman dari Provinsi Xinjiang itu kemudian melanjutkan perjalanan dari New Delhi, melewati Abu Dhabi dengan tujuan Istanbul, Turki.

Ia adalah pelaku kedua dari Xinjiang yang dijadikan tersangka dalam pengeboman yang menewaskan 20 orang. Yang pertama ditangkap di perbatasan Thailand-Kamboja awal bulan ini.

Untuk melacak tersangka, Thailand mengaku sudah memberitahu Kedutaan Turki di Bangkok.

Sebelumnya, Kepolisian Malaysia menangkap tiga orang terkait ledakan di kuil di ibu kota Thailand itu. Mereka adalah dua warga negara Malaysia dan seorang warga Pakistan.

Sumber: tribunnews.com

Pimpinan MPR Heran Abraham Samad Pernah Urusi soal Tidur Istri Pejabat

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin dalam diskusi di pressroom DPR RI, Selasa (17/2).Foto: Ricardo/JPNN.Com

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin dalam diskusi di pressroom DPR RI, Selasa (17/2). Foto: Ricardo/JPNN.Com

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin mengkritik pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad yang melarang pejabat negara membawa istri tidur satu kamar di hotel saat perjalanan dinas. Mahyudin bahkan mengaku heran dengan pernyataan Abraham itu.

“Dari beberapa media, saya pernah baca Abraham Samad melarang pejabat yang dalam perjalanan dinas tidur satu kamar dengan istrinya. Alasannya, karena kamar itu dibiayai negara,” kata Mahyudin, saat berdiksui di press room DPR, Senayan Jakarta, Selasa (17/2).

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, pernyataan Abraham itu sangat aneh. Sebab, Abraham mendasarkan pernyataannya bahwa pejabat saat perjalanan dinas dibiayai negara sehingga tak semestinya sang istri ikut-ikutan.

“Sekalian saja istri pejabat negara tidak boleh nginep di rumah dinas karena rumah dinas adalah fasilitas negara, biar para pejabat negara mencari istri khusus biar bisa nginap di rumah dinas,” ujar politisi Partai Golkar itu.

Mestinya, kata Mahyudin, yang ditindak adalah pejabat negara yang menyalahgunakan surat perintah perjalanan dinas (SPPD). “Yang harus ditindak itu pelaku SPPD bodong. Ini kok ketua KPK ngurus istri pejabat negara” tanya Mahyudin.

Sumber: http://www.jpnn.com

Abraham Samad: Semua Terjadi Setelah BG jadi Tersangka

Ketua KPK, Abraham Samad (tengah). Foto: dok/JPNN.com

Ketua KPK, Abraham Samad (tengah). Foto: dok/JPNN.com

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengaku sudah lama menjadi target operasi pihak yang ingin menghambat kerja KPK. Penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen hari ini, merupakan bagian dari operasi tersebut.

“Sejak awal saya sudah mendengar desas-desus saya dan Pak BW jadi target operasi,” kata Abraham dalam konfrensi pers di Gedung KPK, Selasa (17/2) malam.

Abraham mengaku mendengar desas-desus ini dari orang lain. Ia pun menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan sendiri. Kini, setelah resmi berstatus tersangka, Abraham pun yakin bahwa desas-desus itu benar adanya.

Saat ditanya apakah pihak yang menargetkan dirinya adalah Komjen Budi Gunawan (BG), Abraham menjawab diplomatis. Ia mengaku tidak mau sembarangan menuduh orang lain. Namun yang jelas, masalah yang kini dihadapi KPK muncul sejak Kapolri terpilih itu ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita tidak bisa langsung menuduh seperti itu. Tapi ada yang tidak bisa terbantahkan, bahwa semua terjadi ketika kita sudah menetakan BG sebagai tersangka,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikannya, saat ini operasi untuk menghancurkan KPK sudah semakin luas. Tidak hanya para pimpinan, penyidik KPK pun sudah mulai dikriminalisasi.

“Dimulai dari penyebaran foto-foto saya, dilanjutkan penangkapan Pak BW, pelaporan Pak Pandu dan Pak Zul, dan hari ini saya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saya dengar kabar penyidik-penyidik lain juga ada yang sudah ditetapkan tersangka,” tutup Abraham.

 Sumber: http://www.jpnn.com

Dinilai Tidak Tegas, Jokowi Dibela Ahok

Presiden Joko Widodo. Foto: Dokumen JPNN.com

Presiden Joko Widodo. Foto: Dokumen JPNN.com

 

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut kinerja 100 hari pemerintahan Joko Widodo (Jokow) sudah baik. Pasalnya, Jokowi bertindak sesuai dengan konstitusi.

“Saya kira beliau (Jokowi) udah benar, udah taat kepada konstitusi,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (28/1).

Soal Jokowi yang dinilai lemah dalam penegakan hukum, ‎Ahok mengaku tidak setuju. Menurut dia, pendapat itu hanya persepsi dari orang yang tidak mengenal baik mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Karena kalian tidak mengenal beliau dengan baik, itu persoalannya. Jadi banyak sekali hal yang saya enggak bisa cerita di sini. Sebetulnya saya melihat beliau enggak berubah. Cuma masalahnya, orang persepsinya itu soal ‎penegakan hukum itu lemah, menurut saya enggak,” tuturnya.

Namun sayangnya, Ahok tidak mau menyebutkan contoh Jokowi tidak lemah dalam hal penegakan hukum. “Enggak mau cerita saya. Nanti bisa buka sendiri,” ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.

Dalam kesempatan ini, Ahok juga memberikan saran kepada Jokowi. Dia menyarankan agar Jokowi ke depannya tetap taat pada konstitusi. Tidak boleh terlalu memenuhi keinginan konstituen.

“Jangan dengerin konstituen mau apa. Jadi kalau terjadi pertentangan, konstituen dan konstitusi, taat konstitusi,” tandas Ahok.

Sumber: http://www.jpnn.com

Jelang Ditembak Mati, Raja Ekstasi Titip Pesan untuk Jokowi

Jokowi. Foto: Adri/dok.JPNN

NUSAKAMBANGAN – Dalam hitungan jam ke depan, pelaksanaan eksekusi enam terpidana mati akan dilaksanakan. Suasana Lapas Pasir Putih, Nusakambangan pun terasa beda.

Para terpidana, terutama yang divonis hukuman mati resah. Namun, ada seorang terpidana mati yang begitu siap menghadapi regu tembak, dia adalah Ang Kim Soei.

Ang Kim Soei adalah warga negara Belanda kelahiran Papua. Pria berusia 62 tahun itu memiliki beberapa nama alias, Ance Thahir, Kim Ho, dan Tommi Wijaya.

Dia juga dikenal sebagai Raja Ekstasi Ciledug. Itu karena dia ditangkap di pabrik ekstasi miliknya yang ada di kawasan Cipondoh, Ciledug, Tangerang, pada 2002.

Wartawan Jawa Pos Ilham Wancoko berhasil menemui Ang Kim Soei pada Rabu malam lalu (14/1) dengan bantuan pengacara Kedutaan Besar Brasil Utomo Karim. Wawancara dilakukan beberapa saat setelah Ang Kim Soei masuk ruang isolasi di Lapas Besi. Sebelumnya dia ditahan di Lapas Pasir Putih.

Sekitar pukul 19.00, Ang Kim Soei dengan dikawal empat sipir meninggalkan lapas Pasir Putih. Dengan tangan diborgol, dia berjalan santai. Mengenakan kaos berwarna merah, raut mukanya tampak tenang.

Begitu sampai di ruang tunggu, sipir menyelipkan sebuah amplop surat berwarna coklat di saku kaosnya. “Ini Ang Kim Soei, mana perwakilan Kedutaan Besar Belanda,” tanya salah satu sipir.

Sayang, ternyata tidak ada seorang pun perwakilan kedubes Belanda yang datang. Akhirnya, Ang Kim Soei diarahkan menuju bus tahanan dan meluncur ke Lapas Besi untuk diisolasi.

Di Lapas Besi, Ang Kim Soei satu sel dengan Marco Archer C Moreira asal Brasil. Moreira adalah terpidana mati atas kasus penyelundupan heroin seberat 13,5 kg pada 2003.

Kalau Moreira uring-uringan dan tampak stres, Ang Kim Soei tampak tabah menghadapi ancaman maut. Setelah menjalani sidang pemberitahuan tentang eksekusi yang akan dilakukan Minggu besok (18/1), dia langsung masuk ke dalam sel isolasi. Tatapannya lalu menerawang ke luar sel sambil kedua tangannya memegangi jeruji besi.

Di bawah sinar lampu neon yang terang, mukanya tampak sedih. Namun, tidak menunjukkan emosi yang berlebih. Tampak sekali, dia sudah menerima rencana eksekusi dirinya. Saat itu, seorang sipir mendatanginya.

“Pak, saya pamit ya. Maafkan jika ada kesalahan selama ini,” ujar sang sipir kepada Ang Kim Soei. Keduanya lalu berjabat tangan dan sipir itu pergi keluar dari Lapas Besi.

Saat Jawa Pos mendekatinya, Ang Kim Soei menunjukkan sikap ramah. Dia mau diajak ngobrol, namun menolak untuk diambil gambar. Berikut petikan wawawancara eksklusif Jawa Pos dengan Ang Kim Soei.

Bagaimana keadaan Anda?
Baik-baik saja.

Apakah anda mengetahui akan dieksekusi mati?
Saya baru saja diberitahu rencana eksekusi. Sudah saya prediksi kalau pemindahan saya karena akan dieksekusi.

Anda menerima eksekusi ini?
Mau bagaimana lagi, ini sudah takdir harus saya terima.

Apakah ada pesan untuk seseorang?
Saya punya pesan untuk Presiden Jokowi, saya selama ini telah berubah dan terus berupaya berbuat baik. Salah satunya, dengan mengobati orang, baik narapidana atau warga sekitar. Ada puluhan orang yang telah saya obati. Saya memiliki kemampuan untuk mengobati, saya menggunakannya. Tapi, mengapa justru saya yang dihantam (dieksekusi). Padahal, banyak terpidana mati, yang tetap berbuat jahat di dalam penjara.

Jenis pengobatan apa yang dilakukan?

Ada banyak hal yang bisa digunakan untuk mengobati, ada berbagai tanaman obat dan semacamnya. Semua itu ada di Pulau Nusakambangan ini.

Apakah Anda punya pesan untuk masyarakat?
Saya menyesal telah membuat narkotika. Sebaiknya, masyarakat menjauhi narkotika, obat-obatan terlarang ini merusak tubuh secara perlahan. Paru-paru, jantung dan semua organ manusia.

Bagaimana proses hukum yang selama ini Anda jalani?
Dulu waktu saya ditangkap, polisi membuat berita acara pemeriksaan (BAP). Dalam BAP itu saya disebut sendirian. Padahal sebenarnya ada dua orang pelaku lainnya. Tapi, hal itu sama sekali tidak disebut. BAP itu saya setujui karena di bawah ancaman dan waktu di pengadilan sempat saya tolak BAP itu, tapi saya dianggap berbelit-belit. Bahkan, banyak orang yang mendemo saya di pengadilan. Pendemo itu meminta pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepada saya.

Soal proses hukum, apa ada hal lain yang ingin diungkapkan?
Dulu saat di penjara Cipinang, saya sering kali harus memberikan uang Rp 5 ribu kepada setiap satu petugas. Dalam sehari, saya harus memberi Rp 5 ribu untuk lima petugas. Tentu hal itu menyusahkan, saya tidak punya uang. Tapi, begitu dipindah di Lapas Pasir Putih, kondisinya berbeda, sipir memperlakukan saya seperti keluarga.

Apa keluarga mengetahui Anda akan dieksekusi?
Mereka sudah mengetahuinya sejak dulu.

Bagaimana tanggapan keluarga?
Apa mau dikata, mereka tidak bisa berbuat apa pun. Saya memiliki empat anak, dua anak lelaki dan dua anak perempuan.

Apa permintaan terakhir Anda?
Tentu saja, saya ingin bertemu keluarga jika diperbolehkan. Kalau Jaksa membolehkan, saya akan lebih senang. Tidak ada yang lain!

Apakah mereka akan datang?
(Pertanyaan terakhir itu tidak dijawab Ang Kim Soei).

Jawa Pos pun harus meninggalkan sel Ang Kim Soei karena dipanggil oleh jaksa yang sedang bertugas di sana.

Sumber: http://www.jpnn.com

 

Istri Wali Kota Pembunuh 43 Mahasiswa Dipindahkan ke Penjara Berkeamanan Tinggi

Maria de los Angeles Pineda dan suaminya

                         Maria de los Angeles Pineda dan Suaminya

REPUBLIKA.CO.ID,MEXICO CITY— Istri mantan wali kota Iguala di negara bagian Guerrero, Meksiko Maria de los Angeles Pineda yang didakwa sebagai dalang hilangnya 43 mahasiswa pada 26 September lalu dipindahkan ke penjara berkeamanan tinggi.

Istri Jose Luis Abarca tersebut, seperti dilansir laman Aljazirah, menjadi tahanan rumah. Kemudian ia pindahkan ke penjara dengan keamanan tinggi di negara bagian Nayarit di barat Mexico City.

“Hakim mengeluarkan surat perintah penahanan praperadilan atas kemungkinan perannya dalam melakukan kejahatan terorganisir, penyelundupan narkotika dan operasi dengan dana terlarang,” kata jaksa federal Tomas Zeron, Selasa (6/1).

Rekaman video menunjukkan Pineda dengan wajah muram dan hanya terdiam dikawal petugas dibawa ke dalam truk.

Zeron mengatakan, kakak laki-laki Pineda adalah anggota terkemuka geng narkotika Guerreros Unidos. Hasil  penyelidikan mengindikasikan Abarca memerintahkan polisi menangkap mahasiswa untuk menghentikan mereka melakukan demonstrasi.

Mahasiswa menghilang setelah polisi menyerang bus dan menyerahkan mereka kepada anggota geng untuk dibunuh. Jasad mereka lantas dibakar di tempat pembuangan sampah dan abunya dibuang ke sungai.

Jason Mraz, Sting, dan Metal Hammer Ajak Dukung Jokowi?

KAPANLAGI.COM – Pesta demokrasi terbesar di Indonesia akan segera berlangsung kurang dari 24 jam lagi. Rakyat Indonesia pun harus siap memilih calon pemimpin yang menentukan nasib bangsa ini lima tahun ke depan.

Namun bukan hanya rakyat Indonesia yang ikut terbawa euforia demokrasi, bahkan beberapa musisi luar negeri ternama pun ikut nyatakan dukungan. Mereka adalah Jason Mraz, Sting, dan majalah Metal Hammer yang bermarkas di Inggris.

Jason Mraz melalui twitternya menghimbau kepada fansnya di Indonesia untuk menyalurkan suaranya di pilpres 2014. Yang mengejutkan adalah ia menambahkan hashtag #jokowi9juli #yes! dalam twitnya itu.

Sementara Metal Hammer yang merupakan salah satu website metal terbesar di dunia membahas sisi metal di sini.

Temuan-temuan ini pun menggemparkan dunia maya karena dukungan ini datang dalam waktu yang cukup berdekatan. Sebagai implikasi dari dukungan mereka, para musisi ini pun kebanjiran mention dan komentar bernada setuju maupun menentang.

Fenomena ini cukup membuktikan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang berpengaruh di mata dunia. Terlepas dari segala kontroversi, sebagai pemilih yang cerdas rakyat Indonesia harus jeli dalam memilih calon pemimpin bangsa lima tahun ke depan.

Gitaris Queen Berkicau Soal Lagu Gubahan Ahmad Dhani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lagu ‘Indonesia Bangkit’ yang digubah Ahmad Dhani, mendapat sorotan dari gitaris band legendaris Queen, Brian May.

Pasalnya, lagu kampanye pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang nada-nadanya didasarkan pada tembang ‘We Will Rock You’ milik Queen tersebut digubah tanpa seizin si pemilik lagu, yakni Brian May.

Melalui Twitter, pria yang terkenal dengan gitar Red Special ini mengakui tidak pernah ada izin dari Queen terkait pemakaian atau penggubahan lagu tersebut.

“Ahmad Dhani skinhead imagery http://youtu.be/tpbqIuY8nVo ” of course this is completely unauthorised by us. Bri,” kicau Brian May dalam akun resminya @DrBrianMay yang dikutip Tribunnews.com, Rabu (25/6/2014).