Ini Pesan Mengharukan Doraemon untuk Nobita di Trailer ‘Stand By Me’

Cuplikan film 'Stand By Me'

DREAMERSRADIO.COM – Usai beberapa bulan lalu merilis trailer pedana, film perpisahan Doraemon dan Nobita yang bertajuk ‘Stand By Me’ baru – baru ini kembali merilis dua trailer terbaru yang menampilkan adegan – adegan yang lebih dramatis dan mengharukan.

Dilansir dari laman animenewsnetwork, dalam trailer film animasi ini terlihat beberapa adegan yang pernah hadir di serial televisinya, mulai dari perkelahian antara Giant dan Nobita, berpergian melalui pintu kemana saja, mengunjungi masa depan dengan mesin waktu hingga menggunakan baling – baling bambu.

Film penutup dari kisah Doraemon dan Nobita ini pun juga menghadirkan kisah cinta antar Nobita dan Shizuka. Nobita merasa tak pantas menikahi Shizuka, baginya Shizuka akan menderita jika menikah dengan dirinya, “Jika Shizuka menjadi istri seorang pria buruk seperti ku, dia akan menderita seumur hidupnya …!” ujar Nobita.

Dalam satu adegan terlihat pula sosok Doraemon yang memberikan pesan mengaharukan untuk Nobita, “Aku tidak bisa berada di sini lagi” ungkap Doraemon, “Kamu akan baik – baik saja, bahkan tanpa aku” lanjutnya.

Film yang diadaptasi dari kisah manga populer ini mengisahkan Doraemon yang akan meninggalkan Nobita dan bagaimana Nobita bisa menangani segala hal tanpa adanya Doraemon. ’Stand by Me’ merupakan rangkaian cerita dari bagian manga karangan Fujimoto Hirosi dan Abiko Motoo yang dibuat mulai tahun 1969.

Disutradarai oleh Takashi Yamazaki (Returner, Sunset on Third Street, Ballad, Space Battleship Yamato) dan Ryuchi Yagi (Moyashimon 3D) rencananya film animasi yang tayang dalam bentuk 3D CG ini segera rilis di Jepang pada 8 Agustus 2014 mendatang.

 

 

 

‘Spin Off’ dari Film The Conjuring Siap Tayang!

'Spin Off' dari Film The Conjuring Siap Tayang!

SOOPERBOY – Masih ingat dengan film ‘The Conjuring’? film yang digadang-gadang menjadi film horor terlaris sepanjang tahun 2013 ini akan dibuat spin off. Hal ini diungkapkan langsung oleh pihak Warner Bros dan New Line Cinema yang mengungkap secara detail mulai dari pemilihan judul hingga tanggal rilis film.

Film spin off ini akan diberi judul ‘Annabelle’. Meski kemunculannya di film The Conjuring tidak terlalu banyak, tetapi boneka setan dan misterius yang muncul sebagai peran pendukung di film horor yang bercerita tentang pasangan cenayang bernama Ed dan Lorraine Warren ini sangat menyita perhatian.

Pihak dari New Line Cinema pun percaya bahwa spin off akan mendapat apresiasi yang sama dengan film ‘The Conjuring’. Cerita ‘Annabelle’ sendiri akan mengisahkan tentang sosok boneka Annabelle dan sang pemilik Donna yang menjadi salah satu korban dari boneka misterius tersebut.

Film yang disutradarai oleh sinematografi ‘The Conjuring’, John Leonetti ini akan dibintangi oleh sejumlah aktor ternama seperti Annabelle Wallis, Ward Horton, Eric Ladin, Brian Howe dan Alfre Woodward. Rencananya ‘Annabelle’ akan dirilis di bioskop pada 3 Oktober 2014 mendatang.

Kim Kardashian Terharu Karena Film ‘THE FAULT IN OUR STARS’

KAPANLAGI.COM – Film THE FAULT IN OUR STARS berhasil menorehkan hasil bagus di chart box office Amerika Serikat dalam peredarannya. Yang membuat film satu ini disukai adalah drama yang diusungnya, begitu mengharukan. Kim Kardashian adalah salah satu yang mengakuinya.

Adaptasi novel John Green ini bercerita tentang pertemuan antara Hazel (Shailene Woodley) dan Augustus (Ansel Elgort) dalam sebuah kelompok penyembuhan. Yup, keduanya memang mengidap kanker ganas yang merongrong fisik mereka.

Layaknya remaja mereka pun ingin agar kehidupan mereka tak hanya berkutat soal berobat saja. Sosok Augustus yang begitu ceria pun berhasil membuat hidup Hazel menjadi lebih berwarna. Namun Hazel tak tahu ada sebuah rahasia yang disimpan oleh Augustus. Sebuah rahasia yang bisa mengubah segalanya.

Jalinan cerita di atas rupanya berhasil membuat Kim Kardashian terpesona sekaligus terharu. Hal tersebut langsung ia ungkapkan lewat akun resmi Twitternya, Minggu (29/06).

Just saw The Fault in Our Stars… one of the most precious love stories I’ve seen ⭐️💖 so sad

— Kim Kardashian West (@KimKardashian) June 30, 2014Lewat twitnya itu, ia mengungkap bahwa THE FAULT IN OUR STARS adalah salah satu cerita roman terbaik yang pernah ia tonton. “Baru saja aku menonton THE FAULT IN OUR STARS… Salah satu cerita hebat tentang cinta yang pernah kutonton… Sungguh menyedihkan,” tulisnya.

Seperti apa sih film yang telah membuat seorang Kim Kardashian terharu? Intip trailernya di bawah ini.

Kim tak sendirian, ada banyak yang menganggap cerita ini sangat bagus. Tak heran hingga pekan ketiganya ini, film tersebut masih bercokol di sepuluh besar film terlaris Amerika Serikat.

Film yang Dirilis Minggu Keempat November 2012

Minggu ini pas disebut sebagai minggunya film komedi. Ada tiga film lucu yang akan dirilis di bioskop untuk menghibur Anda di akhir pekan.

Bila suka dengan film komedi animasi, “Hotel Transylvania” (2012) cocok ditonton bersama anak-anak. Mereka yang hobi menonton komedi gila-gilaan ala Will Ferrell juga dapat mencoba menyaksikan “The Campaign” (2012). Sementara itu, mereka yang berjiwa romantis bisa menonton “My Name is Love” (2012) sebagai pilihan bermalam Minggu.

Berikut adalah daftar film-film yang dirilis di minggu keempat bulan November 2012:

1. The Campaign

Cuplikan adegan “The Campaign” (Dok. Warner Bros. Entertainment)
Jangan mengharapkan “The Campaign” untuk tampil sebagai sebuah kisah satir yang cerdas. Seperti yang sudah Anda bayangkan, film komedi ini hanya menjadi sarana bagi para pemerannya untuk saling lempar lelucon kotor dan saling jegal dengan skenario brutal yang kasar. Bila Anda penggemar humor gila seperti yang sering ditampilkan Will Ferrell dalam film-film terdahulunya, “The Campaign” dijamin sukses mengocok perut.

Beberapa lelucon seputar kampanye politik yang dihadirkan duo penulisnya, Chris Henchy dan Shawn Harwell, memang sering kali terlihat klise. Namun, di bawah pengarahan Jay Roach, “The Campaign” berhasil mengeluarkan senjata terkuatnya: adu akting konyol antara Will Ferrell dan Zach Galifianakis.

PLOT:

Cam Brady (Will Ferrell) telah mengemban jabatan sebagai senator North Carolina berkali-kali tanpa punya saingan. Namun, menjelang pemilihan berikutnya, Cam tersangkut skandal telepon nyasar sehingga reputasinya tercoreng. Karena hal ini, sepasang pengusaha kaya, Glenn dan Wade Motch (John Lithgow dan Dan Aykroyd), mencari seorang kandidat untuk mengalahkan Cam.

Pilihan mereka jatuh pada Marty Huggins (Zach Galifianakis), kepala pusat pariwisata setempat. Marty memang tidak terlihat meyakinkan sebagai seorang kandidat senator. Tapi, di tangan seorang manajer kampanye yang tegas, Tim Wattley (Dylan McDermott), Marty pun akhirnya berhasil meyakinkan para pemilih bahwa ia tidak mendaftar hanya untuk jadi bahan bulan-bulanan. Ketika hari pemilihan semakin dekat, persaingan antara Cam dan Marty pun semakin sengit, dan cara-cara yang digunakan pun semakin licik dan kotor. Siapakah kandidat terkuat yang akan bertahan?

Sutradara: Jay Roach
Penulis Naskah: Chris Henchy & Shawn Harwell
Pemeran: Will Ferrell (Cam Brady), Zach Galifianakis (Marty Huggins), Jason Sudeikis (Mitch), Dylan McDermott (Tim Wattley), Katherine LaNasa (Rose Brady), Sarah Baker (Mitzi Huggins), John Lithgow (Glenn Motch), Dan Aykroyd (Wade Motch), Brian Cox (Raymond Huggins), Karen Maruyama (Mrs. Yao)
Durasi: 85 menit
Tanggal Rilis: 21 November 2012
Rating: R
Produksi: Everyman Pictures, Gary Sanchez Productions

2. My Name is Love

Cuplikan adegan “My Name is Love”
Meski ceritanya berputar-putar dan fokusnya terpecah, “My Name is Love” sebenarnya cukup menghibur. Kisahnya memang banyak berbicara tentang cinta, harapan, dan pengorbanan, tapi elemen yang lebih menonjol dari film ini justru adalah komedi dan kisah persahabatannya. “My Name is Love” memang tak selalu lucu dan humornya terkadang justru tampil garing.

Namun, beberapa lelucon yang ditampilkan dalam film ini hadir dengan cukup mengena dan dapat membuat penonton terbahak-bahak. Kisahnya memang tak rapi dan rasanya tak akan menarik bagi mereka yang bukan penggemar komedi romantis. Tapi, kalau Anda memang penggemar film-film percintaan dari Thailand, “My Name is Love” sepertinya cukup menarik ditilik.

PLOT:

Waktu masih sekolah dulu, Q (Arak Amornsupasiri) adalah sosok cowok tampan yang populer dan banyak disukai gadis-gadis. Sayangnya, karena hal ini Q pun menjadi tinggi hati. Ketika Kerr (Thanyasupang Jirapreechanon), tetangganya yang gemuk dan berkacamata tebal, menyatakan cintanya pada Q, ia justru menolaknya mentah-mentah dan mematahkan hati gadis kecil itu.

Kerr pun bersumpah bahwa bila nantinya Q jatuh cinta padanya, ia tidak akan sudi menerimanya meski tetangganya itu memohon-mohon padanya. Ketika dewasa, Q pun menyesali perbuatannya karena Kerr ternyata tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik. Q ingin sekali meminta maaf dan menyatakan rasa cintanya pada tetangganya itu.

Tetapi, karena tak sengaja mendaftar menjadi seorang Cupid, Q pun harus menyelesaikan tugasnya dulu sebelum dirinya dapat menyelesaikan masalah pribadinya itu. Tetapi, dengan mengulur-ulur waktu, Kerr yang tak paham perasaan Q yang sebenarnya pun jadinya memilih untuk menjauh.

Sutradara: Wasin Pokpon
Pemeran: Q (Arak Amornsupasiri), Kerr (Thanyasupang Jirapreechanon), Odd (Jas Chuanchuen), Uncle Tom (Kom Chuanchuen), Jo (Pongpicth Preechabarisuthkul), Mew (Jiraprapha Marayart)
Durasi: 129 menit
Tanggal Rilis: 21 November 2012
Rating: Remaja
Produksi: M Pictures, Independent Film

3. Hotel Transylvania
Cuplikan adegan “Hotel Transylvania”
Tahun ini, kita bisa melihat beberapa film animasi anak-anak yang hadir dengan sedikit unsur horor. Tapi, dibandingkan dengan film-film seperti “Frankenweenie” dan “ParaNorman”, “Hotel Transylvania” bisa dimasukkan dalam kategori sangat aman. Dengan warna-warna cerah dan cerita yang lucu, “Hotel Transylvania” berusaha untuk menjadi film keluarga unggulan di akhir tahun ini.

Namun, karena perlu kompromi dengan usia penontonnya, humor “Hotel Transylvania” tak seberapa menggigit dan ceritanya juga tak terlalu kompleks. Anak-anak mungkin terhibur dengan film ini. Tapi, penonton dewasa mungkin tidak akan terlalu puas dengan keseluruhan kisahnya.

PLOT:

Hotel Transylvania adalah sebuah rumah peristirahatan bintang lima yang dikelola oleh Dracula (Adam Sandler). Di tempat ini, monster-monster dan para makhluk-makhluk horor lainnya dapat bersantai bersama keluarga mereka tanpa takut adanya gangguan manusia. Dalam sebuah akhir pekan yang spesial, Dracula mengundang beberapa monster terkenal seperti Frankenstein dan mempelai wanitanya, sang Mumi, Invisible Man, keluarga manusia serigala, dan banyak lagi, untuk merayakan ulang tahun Mavis (Selena Gomez), putrinya yang kini berusia 118 tahun.

Mengadakan sebuah pesta meriah bagi para monster ini bukan masalah sulit bagi Dracula. Namun, ketika seorang remaja pria tersasar ke Hotel Transylvania dan jatuh hati pada Mavis, rencana pesta Dracula pun terancam buyar.

Sutradara: Genndy Tartakovsky
Penulis Naskah: Peter Baynham, Robert Smigel
Pengisi Suara: Adam Sandler (Dracula), Andy Samberg (Jonathan), Selena Gomez (Mavis), Kevin James (Frankenstein), Fran Drescher (Eunice), Steve Buscemi (Wayne), Molly Shannon (Wanda), David Spade (Griffin), CeeLo Green (Murray), Jon Lovitz (Quasimodo)
Durasi: 91 menit
Tanggal Rilis: 23 November 2012
Rating: PG
Produksi: Columbia Pictures, Sony Pictures Animation

SuckSeed

Naskah cerita SuckSeed bukanlah sebuah naskah cerita yang orisinal. Sutradara film ini, Chayanop Boonprakob, sebelumnya pernah mengarahkan beberapa film pendek yang diberi judul sama dan mengisahkan mengenai usaha beberapa kelompok musik rock muda Thailand dalam mencapai impian mereka. Film-film pendek tersebut sempat ditayangkan di Thai Short Film & Video Festival sebelum akhirnya menarik minat rumah produksi GMM Thai Hub untuk kemudian mengembangkannya menjadi sebuah film layar lebar. Bersama dengan penulis naskah Thodsapon Thiptinnakorn, Nottapon Boonprakob, Siwawut Sewatanon dan Panayu Kunvanlee, Boonprakob kemudian menggubah jalan cerita asli SuckSeed menjadi sebuah drama yang juga bersentuhan dengan tema persahabatan dan percintaan remaja.

Filmnya sendiri berkisah mengenai persahabatan antara Ped (Jirayu La-ongmanee) dan Koong (Pachara Chirathivat) yang telah terjalin semenjak kecil. Koong sendiri semenjak lama telah hidup dalam bayang-bayang saudara kembarnya, Kay, yang lebih populer dan terkenal karena bakat bermusiknya. Tidak mau terlalu lama hidup dalam bayang-bayang tersebut, Koong kemudian mengajak Ped dan Ex (Thawat Pornrattanaprasert) untuk membentuk sebuah kelompok musik rock guna menyaingi kelompok musik yang digawangi oleh Kay sekaligus untuk menarik perhatian para wanita. Jelas saja bukan sesuatu hal yang mudah mengingat ketiganya masih memiliki kemampuan musik yang sangat terbatas.

Singkat cerita, penampilan mereka di sebuah acara sukses membuat banyak anak-anak di acara tersebut menangis karena buruknya penampilan mereka. Pun begitu, mereka berhasil menarik perhatian Ern (Nattasha Nauljam), seorang gadis yang dulu pernah disukai oleh Ped di masa kecilnya. Karena kemampuan dan pengalamannya dalam bermain gitar, Ern kemudian diajak turut bergabung dalam kelompok musik tersebut dengan tujuan agar mereka dapat lolos seleksi kompetisi bakat kelompok musik tingkat sekolah menengah atas di Thailand. Awalnya, kedatangan Ern di kelompok musik tersebut mampu meningkatkan kualitas bermusik mereka. Namun masalah kemudian datang ketika Koong mulai merasa jatuh hati terhadap Ern yang jelas saja membuat Ped merasa tidak nyaman karena masih memendam rasa sukanya terhadap gadis tersebut.

Terlepas dari jalan cerita yang mengisahkan mengenai perjuangan sekelompok remaja dalam mengejar impian bermusik mereka, SuckSeed sendiri hampir tidak memiliki sesuatu elemen yang istimewa dalam jalinan naskah ceritanya. Pun begitu, SuckSeed mampu memadukan unsur musikal, drama dan komedi yang ada dalam ceritanya dengan begitu lancar sehingga film ini mampu bergerak dengan cukup baik. SuckSeed juga diisi deretan karakter yang akan mampu menjalin hubungan emosional dengan setiap orang. Karakter-karakter ini digambarkan dengan ‘begitu remaja’ namun tetap memiliki jalan pemikiran yang akan mampu membuat para penonton dewasa juga tidak merasa ditinggalkan.

Selain jalan ceritanya yang ringan namun sangat menghibur, kesuksesan SuckSeed juga terjadi karena andil pengarahan Boonprakob yang mampu menghadirkan ritme cerita yang dinamis. Tidak hanya itu, Boonprakob juga menghadirkan deretan kelompok musik rock Thailand untuk mengisi langsung ilustrasi musik pada beberapa adegan di film ini dan menghadirkannya dengan begitu komikal dan jenaka. Musik dan lagu-lagu yang dihadirkan juga cukup catchy yang sekaligus semakin mendukung tingkat kenikmatan penonton dalam menyaksikan film ini. Durasi yang mencapai 130 menit memang terkesan terlalu panjang. Hal ini diakibatkan oleh beberapa ekstensi yang terasa dilakukan oleh Chayanop Boonprakob pada beberapa plot cerita dan adegan SuckSeed yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan dan dapat dibuang tanpa mempengaruhi esensi cerita secara keseluruhan.

Tentu saja, daya tarik utama film ini berada pada jajaran pemerannya yang begitu mampu menghidupkan karakter mereka. Walaupun berperan sebagai Ped yang memiliki karakter begitu ‘sempurna,’ Jirayu La-ongmanee mampu menjadikan Ped tidak terlihat naif dan mengesalkan. Begitu pula dengan Pachara Chirathivat yang memerankan karakter Koong yang banyak memiliki perbedaan sifat dengan Ped. Walau digambarkan sebagai karakter dengan emosional yang masih meledak-ledak, Jirathiwat mampu menghadirkan Koong sebagai energi kesenangan utama dalam film ini. Begitu pula aktris muda Nattasha Nauljam yang mampu tampil tidak hanya sebagai pemanis serta Thawat Pornrattanaprasert yang walaupun memiliki porsi peran yang kecil tetap mampu membawakan karakter Ex dengan baik.

Harus diakui, akan sangat sulit untuk tidak merasa jatuh cinta terhadap SuckSeed, sebuah film drama komedi romantis mengenai sekelompok remaja Chiang Mai, Thailand, dalam menghadapi permasalahan hidup mereka: mulai dari tantangan yang muncul ketika mereka hendak membentuk sebuah kelompok musik, kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan, rasa cinta yang terpendam semenjak lama hingga berbagai aral yang melintangi jalur persahabatan mereka. Jalan ceritanya berjalan sederhana, namun mampu tergarap dengan rapi dan begitu mengena. Ditambah dengan iringan musik rock dari deretan band papan atas Thailand yang begitu mudah untuk dinikmati, SuckSeed akan mampu mengembalikan berbagai kenangan manis masa-masa sekolah dari setiap penontonnya sekaligus tampil begitu menarik sebagai sebuah film drama komedi yang ditujukan untuk pangsa pasar remaja.

SuckSeed (SuckSeed Huay Khan Thep) (2011)

Directed by Chayanop Boonprakob Produced by Jira Maligool, Chenchonnee Soonthornsaratul, Suvimon Techasupinun, VanrideePongsittisak Written by Chayanop Boonprakob, Thodsapon Thiptinnakorn, Nottapon Boonprakob, Siwawut Sewatanon dan Panayu Kunvanlee Starring Jirayu La-ongmanee, Pachara Chirathivat, Nattasha Nauljam, Thawat Pornrattanaprasert Music by Vichaya Vatanasapt Cinematography Naruphol Chokanapitak Editing by Panayu Konvanlee Studio GMM Thai Hub Running time 130 minutes Country Thailand Language Thai.

Ini dia OST Suckseed..

การฟังที่ดี…