Pimpinan MPR Heran Abraham Samad Pernah Urusi soal Tidur Istri Pejabat

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin dalam diskusi di pressroom DPR RI, Selasa (17/2).Foto: Ricardo/JPNN.Com

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin dalam diskusi di pressroom DPR RI, Selasa (17/2). Foto: Ricardo/JPNN.Com

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin mengkritik pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad yang melarang pejabat negara membawa istri tidur satu kamar di hotel saat perjalanan dinas. Mahyudin bahkan mengaku heran dengan pernyataan Abraham itu.

“Dari beberapa media, saya pernah baca Abraham Samad melarang pejabat yang dalam perjalanan dinas tidur satu kamar dengan istrinya. Alasannya, karena kamar itu dibiayai negara,” kata Mahyudin, saat berdiksui di press room DPR, Senayan Jakarta, Selasa (17/2).

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, pernyataan Abraham itu sangat aneh. Sebab, Abraham mendasarkan pernyataannya bahwa pejabat saat perjalanan dinas dibiayai negara sehingga tak semestinya sang istri ikut-ikutan.

“Sekalian saja istri pejabat negara tidak boleh nginep di rumah dinas karena rumah dinas adalah fasilitas negara, biar para pejabat negara mencari istri khusus biar bisa nginap di rumah dinas,” ujar politisi Partai Golkar itu.

Mestinya, kata Mahyudin, yang ditindak adalah pejabat negara yang menyalahgunakan surat perintah perjalanan dinas (SPPD). “Yang harus ditindak itu pelaku SPPD bodong. Ini kok ketua KPK ngurus istri pejabat negara” tanya Mahyudin.

Sumber: http://www.jpnn.com

Ini Cara Baru Hapus Tato, Tanpa Sakit dan Hanya sekitar Rp 50 ribu

Alec Falkenham di laboratorium tempan penelitiannya di Universitas Dalhousie, Kanada.Foto: canadajournal.net

Alec Falkenham di laboratorium tempan penelitiannya di Universitas Dalhousie, Kanada. Foto: canadajournal.net

INI kabar baik bagi yang ingin menghilangkan tato dengan biaya murah dan tanpa rasa sakit. Selama ini, menghilangkan tato dianggap lebih sakit ketimbang saat membuatnya.

Namun, seorang peneliti di Kanada, Alec Falkenham telah mengembangkan metode baru untuk menghilangkan tato hanya dengan menggunakan krim. “Dibandingkan dengan menghilangkan tato menggunakan laser yang membakar, menakutkan, membuat melepuh, kami membuat obat yang tidak punya banyak efek samping,” katanya seperti dikutip dari The Independent.

Falkenham yang masih berusia 27 tahun kini tengah mengejar gelar  PhD di Dalhousie University, Halifax, Nova Scotia, Kanada. Metode baru menghapus tato buatannya itu memang tidak menyasar sel kulit normal sehingga bisa mengurangi peradangan.

“Nyatanya, berdasar pada proses yang kami gunakan, kami tidak melihat adanya inflamasi sama sekali dan ini benar-benar anti-inflamasi,” tuturnya.

Saat proses membuat tato, tinta disuntikkan ke kulit. Ini menyebabkan respon kekebalan dan sel yang disebut macrophages pindah area untuk menyerap tinta sehingga membekas menjadi tatto.

Sedangkan krim buatan Falkenham ini menyasar tato dengan membuat microphages baru untuk memakan tinta tato yang membekas di kulit. Dengan krim itu maka tato perlahan-lahan akan memudar.

Cara menghilangkan tato dengan krim ini tidak hanya lebih aman dibanding metode laser, tapi juga jauh lebih murah. Falkenham memerkirakan biayanya sekitar USD 4,5 atau Rp 50 ribuan untuk setiap 10 centimeter persegi.

Manajer kesehatan dan ilmu pengetahuan di Universitas Dalhousie, Andrea McCormick memuji hasil penelitian itu. “Penelitian awalnya telah menunjukkan hasil hebat dan tahap penelitian selanjutnya akan dilakukan pada hasil-hasil itu, mengembangkan teknologi ke sebuah produk yang memungkinkan untuk pasar,” katanya.

Sumber: http://www.jpnn.com

Abraham Samad: Semua Terjadi Setelah BG jadi Tersangka

Ketua KPK, Abraham Samad (tengah). Foto: dok/JPNN.com

Ketua KPK, Abraham Samad (tengah). Foto: dok/JPNN.com

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengaku sudah lama menjadi target operasi pihak yang ingin menghambat kerja KPK. Penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen hari ini, merupakan bagian dari operasi tersebut.

“Sejak awal saya sudah mendengar desas-desus saya dan Pak BW jadi target operasi,” kata Abraham dalam konfrensi pers di Gedung KPK, Selasa (17/2) malam.

Abraham mengaku mendengar desas-desus ini dari orang lain. Ia pun menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan sendiri. Kini, setelah resmi berstatus tersangka, Abraham pun yakin bahwa desas-desus itu benar adanya.

Saat ditanya apakah pihak yang menargetkan dirinya adalah Komjen Budi Gunawan (BG), Abraham menjawab diplomatis. Ia mengaku tidak mau sembarangan menuduh orang lain. Namun yang jelas, masalah yang kini dihadapi KPK muncul sejak Kapolri terpilih itu ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita tidak bisa langsung menuduh seperti itu. Tapi ada yang tidak bisa terbantahkan, bahwa semua terjadi ketika kita sudah menetakan BG sebagai tersangka,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikannya, saat ini operasi untuk menghancurkan KPK sudah semakin luas. Tidak hanya para pimpinan, penyidik KPK pun sudah mulai dikriminalisasi.

“Dimulai dari penyebaran foto-foto saya, dilanjutkan penangkapan Pak BW, pelaporan Pak Pandu dan Pak Zul, dan hari ini saya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saya dengar kabar penyidik-penyidik lain juga ada yang sudah ditetapkan tersangka,” tutup Abraham.

 Sumber: http://www.jpnn.com