Widih, Sehari di Indonesia AS Roma Ngambek, Ini Buktinya

Ilustrasi

LAGA Ekshibishi AS Roma Merah melawan AS Roma putih akhirnya dimenangkan tim merah dengan skor 2-1. Tapi, usai laga, skuat Giallorossi berubah menjadi tertutup kepada media.

Pelatih Rudi Garcia dan Radja Nainggolan sempat dihadang di Mixzone untuk memberikan sedikit komentar. Tapi, mereka memberikan lambaian tangan menolak diwawancara.

Radja sejatinya sempat melayani permintaan tanda tangan fans dan foto bareng. Tapi, saat dipanggil awak media, dia menolak dan menunjukkan mimik seolah-olah dilarang bicara.

“Sorry.. Sorry..,” katanya lantas meninggalkan mixzone.

Menurut salah satu security yang mengawal AS Roma, mereka memang sengaja tak mau berbicara ke media karena sedang tidak mood.

“Ngambek mereka, sedang ngambek. Mulai dari hotel,” ucapnya.

Selain tak bisa diwawancara di Mixzone, AS Roma juga tak menggelar sesi jumpa pers. Padahal, dalam jadwal mereka harusnya melakukan jumpa pers usai laga. Pihak Promotor saat dikonfirmasi, juga belum memberikan jawaban.

Usai laga, AS Roma langsung menuju ke Bandara Soekarno Hatta, untuk langsung pulang ke Italia. Mereka dijadwalkan terbang menggunakan pesawat pada Minggu (26/7) dinihari. (dkk/jpnn)

Sumber: jpnn.com

Tak Berkembang, Tommy Sugiarto Mundur dari Pelatnas

Tommy Sugiarto. Foto: dok/JPNN.com

JAKARTA – Keputusan mengejutkan diambil Tommy Sugiarto. Tunggal putra terbaik Indonesia itu memilih mundur dari Pelatnas periode 2015. Pebulutangkis berusia 26 tahun itu lebih memilih kembali ke PB Pelita Bakrie Jakarta.

Ini adalah kali kedua Tommy memutuskan mundur dari pelatnas. Sebelumnya, usai lima tahun menghuni asrama Cipayung, Tommy pulang ke klubnya pada 2010 silam. Namun, setelah itu Tommy kembali dipanggil Pelatnas.

“Tommy Sugiarto memang sudah resmi melayangkan surat pengunduran diri dari Pelatnas Cipayung terhitung sejak 6 Januari 2015. Alasan yang disebutkan Tommy adalah karena ia merasa permainannya tidak berkembang,” terang Rexy Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI di laman organisasi, Sabtu (10/1).

Tommy sebelumnya berlatih dengan Joko Suprianto yang menjabat sebagai pelatih kepala tunggal putra. Namun, Joko tak lagi menghuni Pelatnas sejak Juni 2014 lalu. Sejak saat itu, tim tunggal putra sektor prestasi ditangani pelatih baru asal Tangkas Jakarta, Hendry Saputra.

“Dengan persaingan di sektor tunggal putra yang semakin ketat, memang diperlukan adanya perubahan dan peningkatan baik teknik maupun strategi. Namun selama ini Tommy belum pernah berlatih dalam pola latihan di bawah asuhan pelatih yang baru,” tegas Rexy.

Sumber: http://www.jpnn.com

Mulyana Pecahkan Rekor Dunia di Asian Para Games 2014

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA – Perenang Indonesia Mulyana berhasil memecahkan rekor dunia nomor 50 meter gaya kupu kelompok S4 saat tampil pada babak final Asian Para Games 2014 di kolam renang kompleks Munhak Stadium, Incheon, Korea Selatan, Kamis (23/10/2014).

Seperti diberitakan Antara, Mulyana yang turun di lintasan empat berhasil menyentuh garis finis dengan catatan waktu 39,44 detik. Catatan tersebut mematahkan rekor dunia yang dipegang oleh Darko Duric dari Slovakia, 40,48 detik, yang dicetak saat tampil di Paralympic di London, Inggris, 2012.

Sejak awal start, perenang asal Purwakarta, Jawa Barat, tersebut terus memimpin di depan, tetapi pada sekitar lima meter sebelum garis finis Mulyana terlihat memperlambat kayuhan tangannya karena memang Mulyana sedang cedera pergelangan tangannya.

Tetapi, meskipun demikian lawan-lawan Mulyana masih tertinggal jauh di belakangnya sehingga dia tetap menjadi perenang pertama yang  mencapai garis finish. Selain meraih emas Mulyana juga memecahkan rekor dunia. Pelatih renang Indonesia Dimin BA mengatakan sebenarnya kalau tidak merasa kesakitan di pergelangan tangannya Mulyana bisa lebih mempertajam catatan waktunya.

Menurut mantan pelatih Perkumpulan Renang (PR) Bina Taruna Purwokerto tersebut, dalam latihan Mulyana bisa mencapai catatan waktu lebih tajam yaitu 36,15 detik.

“Tetapi hasil inipun tidak masalah yang penting kita bisa mendapatkan medali emas dan Mulyana memecahkan rekor dunia,” katanya.

Dengan rekor dunia tersebut Mulyana sudah dipastikan lolos tampil pada Paralympic di Brazil 2016. Menurut Dimin, secara keseluruhan cabang olahraga renang sudah menyumbangkan tiga medali emasuntuk kontingen Indonesia karena pada Rabu (22/10/2014) sudah meraih dua medali emas.

“Kita hanya menargetkan meraih dua medali emas tetapi ternyata kita bisa mendapatkan tiga emas. Kita masih menempatkan perenangnya di babak final Kamis sore ini tetapi kalau untuk medali emas cukup berat, ya mudah-mudahan bisa meraih perak atau perunggu,” katanya.

Mulyana sendiri berhasil menyumbangkan dua medali emas dari nomor 50 meter gaya bebas S4 kemudian satunya dari Melianus Marinus Yowei di nomnor 100 meter gaya dada kelompok SB13. “Kalau menurut perhitungan memang Melianus Yowei bisa meraih medali emas tetapi yang kita targetkan hanya dua emas dari Mulyana. Mulyana sendiri turun di lima nomor,” katanya.

Ini Dia Manfaat Dengarkan Musik Sambil Olahraga!

Ilustrasi: Thinkstock

DREAMERSRADIO.COM – Olahraga merupakan aktivitas penting yang harus dilakukan untuk menjaga agar tubuh tetap bugar dan sehat. Untuk itulah, olahraga harus dilakukan dengan perasaan senang agar manfaatnya bagi tubuh bisa langsung terasa. Sebuah penelitian menemukan bahwa mendengarkan musik akan mengalihkan perhatian terhadap rasa nyeri atau kelelahan saat olahraga.

Seperti yang dilansir Everydayhealth.com, berikut adalah manfaat mendengarkan musik sambil olahraga.

1. Meningkatkan frekuensi latihan – Olahraga sambil mendengarkan musik, terutama lagu up beat, akan meningkatkan frekuensi latihan. Mendengar musik juga bisa memperbaiki mood sehingga memberikan semangat.

2. Meningkatkan usaha latihan – Musik juga bisa meningkatkan usaha lebih dan bersepeda lebih cepat daripada, terutama musik up beat. Hal ini akan berpengaruh pada peningkatan pembakaran kalori. Lagu dengan 120-140 beat per menit (bpm) akan memberikan efek maksimum.

3. Penyalur emosi – Jika sedang kesal, maka musik bisa dijadikan cara untuk meredakan rasa marah dan kesal. Pilihlah lagu yang disuka dan bawa untuk olahraga.

4. Selalu bergerak – Saat mendengarkan musik, maka badan akan tergerak untuk bergerak. Inilah alasan mengapa zumba, aerobik atau yoga menggunakan musik sebagai sarana pendukung dan bagian utama dari sesi olahraga.

 

Thierry Henry: Tirulah Thomas Muller, Bukan Cristiano Ronaldo & Lionel Messi GOAL.com

Getty Images/Lars Baron

Yahoo.com – Daripada Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, dua pemain yang sering disebut terbaik saat ini, Thierry Henry lebih menganjurkan anak-anak untuk mengopi permainan Thomas Muller.

Legenda Arsenal yang sekarang bermain untuk New York Red Bulls itu bukannya merendahkan kemampuan Ronaldo dan Messi, melainkan justru menganggap talenta keduanya terlalu tinggi untuk bisa dicontoh.

Namun, selain itu juga Henry memandang gaya permainan CR7 dan La Pulga dengan segala triknya kadangkala kurang efektif, kontras dengan yang diperlihatkan pemain-pemain seperti Muller dan Franck Ribery untuk Bayern Munich. Itulah yang menurutnya ideal untuk sepakbola modern.

Stepover, trik, itu bukan permainan,” ujar Henry dalam konferensi pers.

“Permainan adalah apa yang dilakukan Thomas Muller. Kalau sekarang saya memilki putra, dan bermain sepakbola, saya akan mengatakan kepadanya ‘lihatlah mereka, lihatlah Riberty, lihatlah Muller.”

“Yang dilakukan Ronaldo, dan Messi, mereka hanya ‘orang aneh’. Jangan mengopi orang-orang ini. Anda bisa mengopi dari Ribery, Anda bisa mengopi dari Thomas Muller.”

“Yang dilakukannya di Piala Dunia, orang-orang tak membicarakannya. Tapi mereka seharusnya membicarakannya. Dia bermain dengan cara tepat: dia bertahan, menyerang, mengontrol bola ketika harus mengontrolnya, mengopernya kembali ketika harus mengopernya. Ketika harus menuntaskan serangan, dia menuntaskan serangan.”

“Dia tak melakukan stepover, tapi ketika dia harus menunjukkan performa, dia melakukannya. Dia melakukan sesuai tuntutan permainan.”

Bayern akan beruji coba dengan MLS All Star pada Rabu (6/8) waktu Amerika Serikat.

 

J Lo Dicaci di Pembukaan, Shakira Dipuji di Penutupan Piala Dunia

KAPANLAGI.COM – Gelaran Piala Dunia Brasil 2014 sudah berakhir dengan kemenangan Jerman atas Argentina. Dan ternyata, tak hanya Der Panzer yang membawa pulang piala emas, tapi Jennifer Lopez dan Jennifer Lopez dan Pitbull mendapatkan hujatan dan cacian dari semua kalangan. Mulai dari suara yang tak sempurna, hingga celana Pitbull yang juga sempat jadi sorotan lantaran digelung dan terlihat cingkrang.

Kelakuan J Lo pun juga sempat jadi bahan gunjingan. Bagaimana tidak, beberapa jam sebelum opening dimulai, J Lo ngambek dan tak mau tampil yang tentu saja membuat panitia pusing tujuh keliling.

Dengan penampilan yang jauh berbeda, dan juga lagu yang lebih bagus daripada milik Pitbull dan J Lo. Tak heran kalau masyarakat menobatkan Shakira dan Santana sebagai ‘juara’ musisi Piala Dunia kali ini.

Dan ini bukan kali pertama Shakira memanaskan ajang Piala Dunia dengan suara merdunya. Tahun 2010 lalu, Shakira membuat seluruh dunia bergoyang dengan It’s Time For Africa. Kini, mungkin Shakira bisa disebut sebagai ratu lagu Piala Dunia?

Ban Baru MTB Michelin

Zonasepeda – Kabar gembira bagi anda penggemar MTB terutama yang menggeluti Free Ride (Downhill) dan Ekstream XC (Cross Country). Pabrikan Ban ternama Michelin meluncurkan varian produk terbaru mereka untuk line up 2011.

Michelin pamerkan produk terbaru mereka di acara Sea Other Classic 2010, yang berlangsung di Monterey California USA. Acara dengan Sponsor utama SRAM tersebut selain pameran juga dimeriahkan oleh beberapa kompetisi baik MTB race maupun Roadrace.

Michelin sebagai pabrikan Ban baik road dan MTB tidak mau ketinggalan menampilkan produk-produk terbaru mereka. Salah satu yang menarik perhatian adalah line-up terbaru new Wild Grip’r Descent yang populer dengan comp 16 dengan penyempurnaan Casing dan Compond.

Ban Wild Grip’r Descent Michelin merupakan produk resmi untuk tahun 2011. Bagi rider yang sudah sering menggunakan Compond 16 Michelin untuk Downhill, texture ban terlihat tidak asing dari model lama.
2.5″ rigid casing dengan berat 1300gr saat cocok untuk rider yang agresif.

Selain Wild Grip’r Descent, Michelin juga merilis jenis Wild Rock’R Descent. Ban tersebut khusus untuk medan Downhill dan Race di medan offroad yang berat (hard terrain).
Extra soft compound Michelin Wild Rock’R Descent dengan tekture baru memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan ketika ridding di extreme terrain. Versi Wild Rock’R Descent hadir dalam dua pilihan lebar tapak yaitu 2.25″ dan 2.5″. Dua jenis ukuran tersebut tetap sama rigidnya dan tetap berfungsi maksimal meski dalam tekanan ban rendah.

Selain jenis Descent Michelin Wild Grip’r memiliki varian jenis Michelin Wild Grip’r dan Advanced Wild Grip’r, jenis Advanced ini kompatibel dengan rims tubbles tanpa penambahan sealant (no sealant required).

Dikutip dari http://zonasepeda.com

Jenis-Jenis Sepeda MTB

Berbagai macam dan bentuk Mtb banyak kita jumpai atau kita lihat,tetapi pada dasarnya sepeda MTB dapat di kategorikan berdasarkan kegunaan/fungsinya dalam melintasi sebuah trek .

Rigid Frame

Sepeda Rigid Frame MTB tidak memiliki suspensi sama sekali, seluruh frame harus meredam getaran selama melewati jalan. Beberapa disain Rigid Frame sudah dikembangkan dengan komponen khusus yang lebih lentur. Lintasan biasanya lebih rata seperti jalan raya, maklum tanpa suspensi maka getaran hanya dapat diredam oleh ban besar saja.

Belakang Keras (Hard Tail)

Hardtail MTB berbeda lagi dengan Rigid Frame. Mengunakan suspensi depan baik berisi oli dan spring / per atau angin. Tujuannya untuk meredam sentakan dibagian depan. Disain depan sedikit naik dari 80mm sampai 140mm. Getaran masih terasa dibagian belakang sepeda, tetapi tidak sekeras tipe Rigid bila masuk ke area cross country

Belakang Lembut (Soft Tail )

Model ini biasanya jarang ada ,walaupun secara konstruksi berbanding terbalik dengan Hard Tail dan tidak berbeda dengan konstruksi Full Suspension. Posisi suspensi dipindahkan ke bagian belakang, tetapi suspensi bagian depan ditiadakan. Getaran dari jenis Soft Tail lebih lembut dibanding Hard Tail, tetapi tidak selembut jenis sepeda Full suspension.

Peredam penuh (Full suspension )

Disain ini memiliki peredam bagian depan dan belakang. Suspensi dibagian belakang biasanya ditopang pada titik tengah sepeda dengan peer. Sayang tipe Full S MTB hanya diperuntukan bagi mereka yang menyukai offroad dan downhill.

 

Memilih sepeda yang cocok dengan lintasan

Jenis sepeda MTB memiliki beberapa jenis, sedangkan pengunaan lintasan sepeda sendiri dibagi menjadi 4 lintasan yaitu Cross Country / melintas jalan kampung, Bukit atau kelas All Mountain, Free ride atau dijalan biasa dan terakhir Down Hill untuk menuruni bukit saja

Jenis lintasan CrossCountry

Lintasan kampung biasanya memiliki lintasan tidak rata. 2 model sepeda yang dapat dipilih adalah hard tail atau full suspension. Tambahan gigi sepeda dibagian depan dapat ditambah menjadi 3 buah, agar ketika mendaki maka sepeda lebih ringan dipacu. bahan yang dgiunakan diharapkan lebih ringan, karena medan yang dilewati dipastikan akan turun naik dan membua penunggang terlalu capai bila berat sepeda berlebihan.

Lintasan All Mountain

Lintasan all mountain sepertinya lebih masuk kedalam dibandingkan lintasan crosscountry atau masuk kampung. Umumnya lintasan All mountain sulit diprediksi, misalnya lintasan bisa saja terhalang potongan kayu kecil, dan jalur benar benar tidak rata. Jenis sepeda paling aman untuk jenis all mountain adalah kelas full suspension, walaupun agak berat untuk mendaki, sepeda lebih tahan terhadap getaran lintasan. Jenis all mountain mendekati kesulitan ganas, karena dapat merusak sepeda. Komponen seluruh sepeda diluar frame, digunakan full spek, seperti gigi lengkap dengan urutan 10 dibelakang dan 3 didepan, atau frame jenis ringan, dan jeruji sepeda dengan lubang penuh 32 buah.

Freeride atau jalan bebas untuk sepeda

Jenis freeride sangat baik mengunakan jenis Rigid Frame, karena getaran sudah cukup diredam oleh ban. Atau dengan Hard tail sudah cukup memadai, khususnya bila melintas didaerah yang sedikit berlubang.

Turun Bukit (Downhill – DH)

Seperti jenis crosscountry, sepeda downhill membutuhkan suspensi penuh. Sepeda biasanya digunakan pada turunan saja ketika dikendarai. Berat sebuah sepeda Downhill biasanya berada diposisi 15Kg keatas. Memang lebih berat, tetapi berat tersebut dibutuhkan oleh sepeda ketika menuruni bukit. Panjang sepeda DH memiliki panjang lebih besar dibandingkan kelas lainnya. dan posisi kerangka lebih rendah dibagian belakang dibandingkan bagian depan.

Lubang rim atau roda dengan jeruji biasanya lebih banyak dibanding fullsuspension. Mengunakan lubang rim sampai 36 buah, dan rem disc break agar rem lebih kuat dan tidak hancur ketika menuruni bukit. Untuk downhill, umumnya mengunakan kontruksi jenis Full Suspension, karena diperlukan peredam ekstra.

Memilih sepeda jenis apa

Lintasan apa yang anda butuhkan, akan menentukan jenis sepeda yang anda cari. Bila anda tertarik untuk Free ride atau Cross Country, dapat memilih jenis frame sepeda atau tipe Rigid frame dan Hard Tail.

Bila kebutuhan untuk lintasan masuk kampung, dapat dipilih antara Hard tail dan Full suspension

Sementara sepeda ingin digunakan masuk kedalam hutan / All mountain, lebih dalam dari lintasan kampung. Pilihan tetap sama seperti lintasan cross country / masuk kampung. Tetapi diutamakan dengan sepeda full suspension karena medan all mountain umumnya lebih berat dan kontur tanah benar benar tidak rata

Terakhir untuk lintasan menuruni bukit. Sangat disarankan mengunakan jenis Down Hill. Karena tekanan sepeda dilintasan akan berlipat, bahkan guncangan pada sepeda diatas getaran dari lintasan Cross Country. Salah mengunakan sepeda untuk menuruni bukit, akan menghancurkan sepeda .

Sumber : transbiker.wordpress.com

Curahan Hati Greysia Polii dan Meiliana Jauhari

Greysia Polii

LONDON, Kompas.com – Satu-satunya pasangan ganda putri Indonesia yang berlaga di Olimpiade London 2012, harus menerima kenyataan pahit saat didiskualifikasi oleh BWF (Badminton World Federation). Greysia Polii/Meiliana Jauhari dianggap melanggar kode etik karena sengaja mengalah di babak penyisihan grup C pada Selasa, (31/7) agar bisa terhindar dari pasangan Wang Xiaoli/Yu Yang di babak perempat final.

“Kami dilatih oleh senior-senior yang sudah punya pengalaman mendunia, kami siap untuk kalah. Namun kami tidak siap dituduh curang” ujar Meiliana mengekspresikan bentuk kekecewaanya atas kejadian ini.

Keputusan diskualifikasi ini menjadi tamparan keras bagi Greysia/Meiliana. Betapa tidak, selama empat tahun keduanya mempersiapkan diri untuk mendapat hasil yang maksimal di pesta olahraga paling bergengsi ini. Berjuang untuk lolos kualifikasi olimpiade pun dijalani Greysia/Meiliana tak hanya dengan tetesan keringat, tapi juga air mata.

“Setelah dipikir ulang, kesedihan pasti ada. Tapi mengucap syukur sama Tuhan buat keadaaan ini lebih baik daripada bersedih. Sebagai pemain pasti kejadian ini membuat kami terpukul, tapi setidaknya kami sudah berusaha dan menyelesaikan pertandingan” kata Greysia yang mencoba untuk tabah menghadapi cobaan ini.

Greysia sempat mengalami cedera pada bahu kanannya ketika ia terjatuh saat bertanding di Taipei Open Grand Prix Gold 2011. Setelahnya prestasi pasangan ini pun menurun drastis sampai beberapa kali mereka harus tersingkir di babak awal. Tak dipungkiri Greysia bahwa ia mengalami masa-masa sulit yang membuatnya jatuh bangun dan nyaris putus asa. Namun dengan kegigihan dan kesabarannya, ia dan Meiliana akhirnya bisa bangkit dan lolos ke olimpiade.

Belum berakhir perjalanan mereka di olimpiade, keduanya harus terlibat insiden manipulasi pertandingan sehingga dilarang tampil dan melanjutkan perjuangannya bagi Indonesia. Sungguh disayangkan semuanya harus diakhiri Greysia/Meiliana dengan cara yang sangat menyakitkan.

Keduanya mengaku sempat shock dan tak percaya akan apa yang terjadi. Akan tetapi nasi sudah menjadi bubur, bagi Greysia/Meiliana, tak ada gunanya berlarut-larut dalam kesedihan, toh keputusan ini semuanya sudah terjadi dan tak ada yang dapat mereka lakukan.

“Ya mau bagaimana lagi, mungkin Tuhan punya rencana yang lebih indah untuk kami. Kecewa itu pasti, namun kami akan fight back dengan prestasi” kata Meiliana, pemain asal klub PB Djarum ini.

Senada dengan Meiliana, Greysia pun menutupi kesedihannya dan berusaha terlihat tegar menghadapi permasalahan di karir bulu tangkisnya.

“Saya merasa sedih sewaktu saya tidak bisa bermain bulu tangkis lagi, saya pernah merasakan itu saat mengalami cedera bahu kanan kemarin. Jadi sekarang tak ada alasan untuk saya bersedih dan menyerah. Karena saya masih bisa bermain bulu tangkis kok, dengan tangan yang normal…” ungkap Greysia yang merupakan pemain kelahiran 11 Agustus 1987 ini.