Tugas Ilmu Budaya Dasar (Softskill)

Tugas Ilmu Budaya Dasar

Sinopsis
Sang Penjahit

“Sang Penjahit” adalah judul sebuah film pendek karya Lukman Sardi berdurasi 14:24 menit. Film ini menceritakan seorang tukang jahit bernama pak Sarip yang diminta menjahit kain berwarna merah dan putih untuk dijadikan bendera merah putih(Bendera Indonesia) oleh seorang mahasiswa bernama Ari.
Pak sarip seorang penjahit rumahan yang hidup sederhana. Kesederhanaannya itu tidak membuatnya lantas bermalas-malasan. Tergambarkan saat ari datang ke rumahnya untuk meminta dibuatkan sebuah bendera merah putih pada malam hari, meskipun pak sarip sempat menolaknya karena, sudah larut malam dan masih banyak orderan yang harus diselesaikan juga, lalu pak sarip berpikir ulang dan akhirnya mau. Menjelang subuh, saat bendera telah selesai dibuatnya, tiba-tiba bendera itu tersiram air kopi, dia langsung keluar mencari kain putih untuk membuat bendera baru, ke toko tekstil Acong alhasil sampai disana took itu masih tutup. Pak Surip memiliki kepribadian yang disiplin dan bertanggungjawab, dia tidak mau mengecewakan pelanggan. Kedisplinannya itu diikuti rasa nasionalisme yang sangat tinggi. Malam hari saat menjahit bendera merah putih, dia sempat memberi penghormatan terhadap kain yang hendak dijaitnya menjadi bendera merah putih. Pagi hari sebelum keluar rumah, dia pun menyempatkan diri untuk memberi penghormatan pada Burung Garuda yang menjadi lambang negara Indonesia yang dia pampang di rumahnya bersamaan dengan foto Soeharto dan B.J. Habiebie yang kala itu menjabat sebagai presiden dan wakil presiden. Kejujuran pun ada pada diri pak Surip. Dia sempat tergoda untuk mencuri sebuah kain putih yang dia cari untuk membuat bendera merah putih yang baru, namun dia sadar akan niatnya itu yang tidak sepantasnya dilakaukan.
Ari yang meminta dibuatkan sebuah bendera merah putih pada pak Surip merupakan seorang mahasiswa yang berencana melakukan aksi demonstrasi dengan bendera tersebut. Semangat darah mudanya begitu menggelora. Dia melakukan aksi demonstrasi pada pemerintahan Soeharto kala orde baru. Keadaan moneter yang semakin memburuk kala itu membuatnya melakukan aksi demonstrasi tersebut untuk menurunkan Presiden Soeharto dari kursi jabatannya. Ari juga merupakan seorang pemuda yang bisa mengahrgai orang lain. Dia tetap memberi upah jahit meskipun pak Surip menolaknya.
Namun pak Surip menyayangkan aksi demonstrasi yang dilakukan Ari bersama mahasiswa lainnya yang mengabaikan bendera merah putih hingga terinjak-injak, saat menonton di televisi. Kejadian ini membuat pak Surip merasa sedih.

Dari kutipan diatas, nilai yang terkandung serta pesan moral yang ingin disampaikan Lukman Sardi yang merupakan pengarang dari film “Sang Penjahit” tergambar jelas melalui perilaku tokoh yang berperan di dalamnya.

Pesan dan Moral Film Pendek “SANG PENJAHIT”
Dimana Pak Sarip digambarkan dengan Kehidupannya yang Sederhana, Rajin bekerja, Memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, Ulet, Bertanggungjawab, Disiplin, Jujur.
Sedangkan, Ari dengan semangat darah mudanya yang juga memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dengan perhatian pada kondisi negara yang saat itu mengalami krisis moneter melalui aksi demonstarsinaya. Dia pun seseorang yang bisa menghargai orang lain.