Prabowo Salah Sebut Singkatan PKS

Prabowo Salah Sebut Singkatan PKS  

TEMPO.CO, Jakarta – Calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto, salah menyebutkan singkatan dari salah satu partai koalisi yang mengusungnya, Partai Keadilan Sejahtera. Prabowo silap menyebutkan Partai Keadilan Sejahtera menjadi Partai Keadilan Nasional.

“Harap maklum, karena saya mulai linglung. Hari dan tanggal pun lupa,” kata Prabowo dalam sambutannya pada acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Juli 2014.

Ketua Umum PKS yang hadir dalam acara itu, Anis Matta, tersenyum mendengar calon presidennya itu saat salah menyebutkan kepanjangan dari PKS. Jemaat yang hadir dalam Kebaktian Kebangunan Rohani ini pun tertawa sambil bertepuk tangan. “Ya, terima kasih atas dukungannya,” kata Prabowo.

Prabowo mendatangi ibadah KKR bersama Anis Matta, adiknya, Hashim Djojohadikusumo, dan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Suhardi. Hashim dan istrinya bahkan datang lebih dulu satu jam sebelumnya.

Ke Banten, Hatta pakai bus mewah lengkap dengan mini bar

Ke Banten, Hatta pakai bus mewah lengkap dengan mini bar

MERDEKA.COM. Calon wakil presiden Hatta Rajasa selesai memberikan klarifikasi soal dugaan curi start kampanye di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat. Bersama rombongan, Hatta lantas langsung meluncur ke Banten untuk berkampanye.

Kali ini, guna mendukung kegiatan kampanye, mantan Menko Perekonomian itu tidak menggunakan mobil pribadi. Hatta lebih memilih menaiki bus mewah.

Bus ukuran sedang yang dipenuhi gambar Hatta dan pasangan capresnya Prabowo Subianto pada sisi luarnya tersebut memang memiliki fasilitas berkelas. Soal kenyamanan, jangan ditanyakan lagi isi bus tersebut.

Bus mewah itu merupakan pinjaman relawan kubu Prabowo-Hatta yang mengatasnamakan Jaringan Muda Nusantara (JMN). Sekjen JMN Adi Kurnia Setiadi menuturkan, bus ini memang eksklusif bagi pasangan capres dan cawapres nomor urut satu itu.

“Bus ini yang sering pakai itu Prabowo dan Hatta. Sejauh ini baru dipakai untuk kampanye di Bandung, DKI Jakarta dan hari ini kita ke Banten,” kata Adi kepada wartawan, Kamis (5/6).

Untuk fasilitas, lanjut Adi, bus tersebut memang diperuntukan bagi para orang spesial. Pasalnya, hanya terdapat 12 kursi dalam bus tersebut. Tidak hanya jumlah kursi yang terbatas, bahkan di dalamnya terdapat mini bar.

“Ini ada 12 kursi, terus ada toilet, mini bar, dan dua kamar tidur. Satu kamar itu bisa dijadikan ruang santai untuk pertemuan,” ungkapnya.

Di sisi lain, ketika disinggung soal harga bus tersebut, Adi pun tak segan untuk membeberkannya. Menurutnya, untuk satu bus mewah itu mencapai satu miliar rupiah.

“Harganya Rp 1 miliar (untuk satu bus),” ungkapnya.

Dari jadwal kampanye yang diterima, rencananya Hatta akan mengunjungi Pasar Induk Rau di Kota Serang, Banten. Setelah, dia langsung menyambangin Pondok Pesantren dan terkahir akan berkampanye bersama Rhoma Irama di di Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang.

Sumber: Merdeka.com

Tiga Isu Negatif Terkait Akun @SBYudhoyono

TEMPO.CO, Jakarta–Munculnya akun Twitter milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yaitu @SBYudhoyono mengundang banyak komentar di jagat media sosial. Ada yang positif tapi tak sedikit yang nyinyir dengan akun tersebut.

Temuan lembaga monitor dan analisis media sosial “PoliticaWave” menunjukkan ada tiga isu negatif yang berkaitan dengan akun @SBYudhoyono sejak munculnya akun itu pada 13 April lalu. Diantaranya mengenai miripnya akun Presiden SBY dengan Presiden AS, Barack Obama, tweet yang cenderung normatif dan pencitraan, serta akun-akun yang di-follow oleh akun @SBYudhoyono.

“Bagi tweeps, kemiripan akun @SBYudhoyono dengan akun @BarackObama adalah suatu hal negatif karena terhitung plagiat dan cukup memalukan,” kata CEO PoliticaWave Yose Rizal melalui siaran pers, Selasa, 30 April 2013. (Lihat: Tampilan Akun Twitter SBY Mirip dengan Obama)

Terlebih lagi, kata dia, akun yang mengikuti adalah akun milik presiden yang dianggap merepresentasikan negaranya. Kemiripan itu terlihat dari background yang sama-sama menampilkan foto mereka bertemu dengan masyarakat serta isi biografi yang mirip meskipun berbeda bahasanya.

Isu negatif selanjutnya adalah terkait dengan kicauan yang dilakukan oleh akun tersebut. Bagi tweeps, beberapa tweet yang dilakukan oleh akun @SBYudhoyono terlihat normatif dan jumlah tweet yang dilakukan oleh SBY secara pribadi lebih banyak dibandingkan dengan tweet yang dilakukan oleh admin-nya. “Selain itu, adanya kesalahan tweet yang dilakukan oleh admin, lalu ditunjukkan dengan pengakuan admin juga menjadi isu negatif yang terkait dengan akun @SBYudhoyono,” kata Yose menegaskan.

Isu ketiga yang tergolong negatif yaitu terkait dengan akun-akun yang di-follow oleh @SBYudhoyono. Di dalam dunia Twitter, list following masuk dalam penilaian sebuah akun. Dan akun SBY banyak diisi oleh akun selebritis dan penyanyi. Hal ini cukup menurunkan imej akun tersebut karena sewajarnya akun SBY mem-follow akun yang sesuai dengan posisinya sebagai kepala negara atau politisi.

“Seperti yang telah diperkirakan, list following akun @SBYudhoyono menjadi salah satu isu yang diperbincangkan oleh tweeps di Twitter dengan sentimen yang cenderung negatif,” ujarnya.

Meskipun diterpa oleh sentimen negatif, kata dia, kehadiran Presiden SBY di dunia Twitter mendapat sambutan yang cukup hangat serta dari tweeps. Dan secara keseluruhan, persepsi negatif ini cukup berimbang dengan persepsi positif.

Untuk persepsi positif buzz sebanyak 56.174, sedangkan untuk persepsi negatif ditemukan sebanyak 51.845 buzz. “Dari jumlah buzz, persepsi netizen mengenai akun @SBYudhoyono ini mayoritas diisi dengan persepsi yang cenderung netral, yaitu sebanyak 710.959 buzz,” kata dia.

Sri Mulyani Masuk 100 Top Global Thinkers 2012

TEMPO.CO, Washington – Sri Mulyani Indrawati, Managing Director Bank Dunia, masuk dalam daftar 100 Top Global Thinkers 2012 versi Foreign Policy. 100 Top Global Thinkers 2012 menjadi cover story majalah politik dan ekonomi ini untuk edisi Desember 2012.

Dalam daftar yang dirilis Senin, 10 Desember 2012, mantan Menteri Keuangan Indonesia ini berada di urutan ke-72 dari 100 pemikir global lainnya.

Foreign Policy menuliskan, Sri Mulyani Indrawati, 50 tahun, mendapat penghargaan yang tinggi karena sebagai Menteri Keuangan selama periode 2005-2010 berhasil melakukan reformasi besar-besaran dengan menindak pejabat Pajak (Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan) yang korupsi.

Sri Mulyani juga dinilai berhasil meningkatkan pendapatan dari Pajak sebanyak empat kali lipat sehingga membuat negara dengan penduduk 250 juta orang berhasil keluar dari krisis keuangan global dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 6 persen.

Saat ini sebagai Managing Director Bank Dunia, kata Foreign Policy, Sri Mulyani berkeliling ke berbagai negara di dunia untuk memberikan saran atau nasehat tentang pertumbuhan ekonomi dunia dengan berkaca dari keajaiban perekonomian Indonesia.

 

Resepnya sangat sederhana: pemotongan fiskal yang masuk akal plus mendorong kebijakan yang meningkatkan pertumbuhan dengan membebaskan segala hambatan di bidang perdagangan, investasi, dan inovasi.

 

Majalah Forbes pada Agustus lalu juga menempatkan Sri Mulyani dalam daftar 100 World’s Most Powerfull Women. Sri Mulyani berada di urutan ke-72.

Majalah Forbes menyebutkan, Sri Mulyani yang menjadi Managing Director dan wanita paling senior di Bank Dunia sejak Mei 2012, selama menjadi Menteri Keuangan Indonesia pada 2005-2010, berhasil memotong separuh utang Indonesia dan berhasil ikut menaikkan cadangan devisa negara ke level tertinggi sepanjang masa, yakni US$ 50 miliar.

Majalah Forbes juga mengatakan, sebagai Managing Director Bank Dunia yang membawahi negara-negara Asia, Afrika, Amerika Latin, Eropa, dan Timur Tengah banyak memberi perhatian kepada negara-negara berpenghasilan menengah dengan membagi pengalamannya sebagai Menteri Keuangan Indonesia.

FOREIGN POLICY | FORBES | GRACE S GANDHI