Dinilai Tidak Tegas, Jokowi Dibela Ahok

Presiden Joko Widodo. Foto: Dokumen JPNN.com

Presiden Joko Widodo. Foto: Dokumen JPNN.com

 

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut kinerja 100 hari pemerintahan Joko Widodo (Jokow) sudah baik. Pasalnya, Jokowi bertindak sesuai dengan konstitusi.

“Saya kira beliau (Jokowi) udah benar, udah taat kepada konstitusi,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (28/1).

Soal Jokowi yang dinilai lemah dalam penegakan hukum, ‎Ahok mengaku tidak setuju. Menurut dia, pendapat itu hanya persepsi dari orang yang tidak mengenal baik mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Karena kalian tidak mengenal beliau dengan baik, itu persoalannya. Jadi banyak sekali hal yang saya enggak bisa cerita di sini. Sebetulnya saya melihat beliau enggak berubah. Cuma masalahnya, orang persepsinya itu soal ‎penegakan hukum itu lemah, menurut saya enggak,” tuturnya.

Namun sayangnya, Ahok tidak mau menyebutkan contoh Jokowi tidak lemah dalam hal penegakan hukum. “Enggak mau cerita saya. Nanti bisa buka sendiri,” ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.

Dalam kesempatan ini, Ahok juga memberikan saran kepada Jokowi. Dia menyarankan agar Jokowi ke depannya tetap taat pada konstitusi. Tidak boleh terlalu memenuhi keinginan konstituen.

“Jangan dengerin konstituen mau apa. Jadi kalau terjadi pertentangan, konstituen dan konstitusi, taat konstitusi,” tandas Ahok.

Sumber: http://www.jpnn.com

Moge Anyar Luncuran Husqvarna: si Tua Garang

KONSEP RETRO: Svartpilen, yang dalam bahasa Rusia berarti panah hitam, adalah satu di antara dua spesies andalan Husqvarna. (Rocketgarage)

KONSEP RETRO: Svartpilen, yang dalam bahasa Rusia berarti panah hitam, adalah satu di antara dua spesies andalan Husqvarna.

Itulah tongkrongan moge klasik lansiran Husqvarna Motorcycles. Meski berkonsep tua, sepeda motor ini  tidak terpasung dalam desain yang usang.

Dengan sentuhan modifikasi, konsep motor tahun 60-an hingga 70-an yang diusung tampak lebih garang.

Lewat ajang EICMA di Milan November lalu, Husqvarna Motorcycles memamerkan konsep terbarunya. Mereka menampilkan dua produk, yaitu Vitpilen dan Svartpilen.

Keduanya bergenre retro dengan mengambil basis sasis dan mesin dari KTM RC390 dengan mesin empat tak silinder tunggal berkapasitas 375 cc yang mampu menyemburkan tenaga 43,5 hp.

Vitpilen diambil dari bahasa Swedia yang berarti panah putih. Sementara Svartpilen berarti panah hitam. Keduanya tampil lebih macho berkat aplikasi ban knobbly yang dipadukan dengan velg aluminium model jari-jari dibalut ban berukuran cukup besar.

Pabrikan ini memang terkenal dengan line-up produk model trail atau enduro yang simpel. Dari segi tampilan, karakter Cafe Racer pada Vitpilen dan Svartpilen cukup kuat dengan rangka pendek sehingga terlihat padat. Desain lampu depannya dibuat bulat dengan sistem pencahayaan LED.

Vitpilen menggunakan tangki yang menyatu dengan bodi samping. Bagian yang terlihat unik adalah terdapat lekukan menonjol pada sisi samping tangki agar tidak terlihat flat. Selain itu, model tangki bensin dibuat agak memanjang.

Sementara dukungan kaki belakangnya mengandalkan suspensi monoshock. Tampilan Vitpilen dan Svartpilen makin gagah berkat knalpot racing dengan ujung motif karbon.

Untuk pewarnaan, Vitpilen diberi warna putih yang dipadukan dengan hitam serta aksen berupa striping. Sementara pada bagian mesin dan velg, warna brown gold disemburkan agar dapur pacu terlihat lebih kejam.

Beda halnya dengan Svartpilen. Untuk warna bodinya, dipilih hitam dan silver pada bagian velg. Disesuaikan dengan tema Svartpilen yang memang lebih berkonsep enduro.

Sumber: http://www.jpnn.com

 

 

Ini Dampak Makan Mi Instan Bagi Kesehatan

Aneka jenis merk mi instan ditata pada rak salah satu supermarket, Jakarta.

Aneka jenis merk mi instan ditata pada rak salah satu supermarket, Jakarta.

 

REPUBLIKA.CO.ID, Mi instan merupakan makanan populer yang dapat dimakan siang dan malam, terutama bagi mahasiswa di akhir bulan. Murah dan mengenyangkan menjadi faktor mi instan populer.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh Dr Braden Kuo dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, dapat membuat para penikmat mi instan berpikir ulang untuk kembali memakan mi. Dilansir dari laman Mercola, Ahad (25/1), berikut hasil yang mencengangkan dari penelitian Dr Kuo yang menggunakan kamera berukuran sangat mini untuk melihat apa yang terjadi dengan mi instan di dalam saluran pencernaan.

Mi instan tidak hancur dalam proses pencernaan berjam-jam
Mi instan, termasuk juga mie ramen asal Jepang, tidak hancur selama dua jam proses pencernaan di dalam tubuh. Bentuk mi yang masih utuh memaksa saluran pencernaan manusia bekerja ekstra keras untuk memecah makanan tersebut.

Jika mi instan tetap ada di dalam saluran pencernaan untuk waktu yang lama, akan sangat berdampak pada penyerapan nutrisi makanan lain. Selain itu, di dalam mi itu sendiri, tidak ada nutrisi yang bisa diserap tubuh. Sebaliknya, tubuh akan menyerap zat-zat aditif, termasuk zat beracun dari bahan pengawet, seperti tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ).

Pengawet TBHQ sangat berbahaya bagi tubuh
TBHQ merupakan bahan kimia yang sering disebut memiliki fungsi sebagai antioksidan. Hanya saja, TBHQ merupakan antioksidan yang berasal dari bahan kimia sintetis, bukan antioksidan alami. Zat ini berfungsi untuk mencegak oksidasi lemak dan minyak, sehingga dapat memperpanjang masa simpan makanan olahan, atau biasa disebut bahan pengawet.

TBHQ biasa digunakan di dalam makanan olahan instan. Tapi, bahan kimia tersebut juga bisa ditemukan di dalam bahan non-makanan, seperti pestisida, kosmetik, dan parfum, karena sifatnya yang bisa mengurangi tingkat penguapan.

Lima gram zat TBHQ dapat membahayakan tubuh manusia. Efek dari terlalu sering mengonsumsi TBHQ adalah mual disertai muntah, terjadi dering di telinga, mengigau, dan sesak napas.

Mi instan timbulkan gangguan metabolisme
Seseorang yang mengonsumsi mi instan lebih dari dua kali dalam seminggu berisiko mengalami gangguan metabolisme, yaitu gejala-gelaja tubuh seperti obesitas, tekanan darah tinggi, peningkatan kadar gula darah, dan kolesterol. Diketahui wanita 68 persen lebih berisiko dari pria.

Para konsumen mi instan memiliki asupan nutrisi lebih rendah, seperti protein, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, vitamin A, niasin, dan vitamin C. Hal tersebut diperparah dengan ditemukannya zat Benzopyrene (zat penyebab kanker) di dalam sejumlah merk mi instan.

Selain itu, penyebab penyakit yang berasal dari mie instan lainnya adalah kandungan monosodium glutamat (MSG). MSG dapat menyebabkan disfungsi otak dan kerusakan berbagai organ. Selain itu, zat ini juga dapat menimbulkan sejumlah penyakit, seperti Alzheimer, Parkinson, dan bahkan penyakit kesulitan belajar.

Bisa Lihat Tembus Tembok, Radar Polisi AS Dipertanyakan

Peralatan Radar Range_R dikembangkan seiring dengan pelarangan   digunakannya kamera termal oleh polisi pada tahun 2001.

Penggunaan teknologi yang membuat aparat keamanan Amerika Serikat bisa melihat aktivitas manusia di dalam rumah mengundang pertanyaan mengenai hak-hak privasi warga negara.

Sedikitnya 50 polisi AS dilengkapi dengan radar yang dapat mengirim sinyal melalui dinding rumah.

Penggunaan perangkat radar, yang dikenal dengan nama Range-R ini, dipublikasikan di Pengadilan Denver akhir tahun lalu.

Perangkat itu digunakan polisi untuk memantau rumah seorang pria yang melanggar ketentuan pembebasan bersyaratnya. Setelah memastikan pria itu berada di dalam rumahnya, polisi kemudian meringkusnya.

Dalam dokumen pengadilan yang berkaitan dengan kasus ini, pengacara membela Steven Denson mempertanyakan apakah petugas memasuki rumah pria tersebut secara sah.

Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah, bagaimana Amandemen Keempat dalam Konstitusi AS yang menjamin hak privasi warga negara berinteraksi dengan teknologi radar yang digunakan pemerintah untuk mengintip ke dalam rumah tersangka?”

Meski akhirnya para hakim mengesahkan penangkapan itu, mereka menulis bahwa mereka memiliki “sedikit keraguan bahwa perangkat radar itu segera menghasilkan banyak pertanyaan bagi pengadilan”.

Alat yang menganggu

Radar Range-R awalnya dikembangkan untuk membantu pasukan AS berperang di Afghanistan dan Irak. Belakangan menjadi terkenal setelah digunakan oleh sejumlah dinas keamanan.

Alat ini dapat mengirimkan gelombang radio yang dapat mendeteksi setiap gerakan, termasuk nafas, dari jarak 50 kaki.

Sejumlah dinas keamanan seperti FBI dan US Marshals Service, telah menggunakan teknologi radar ini sejak 2012. Marshals Service membeli alat itu seharga US$180.000, sebut harian USA Today.

Tapi tak satu pun dari lembaga tersebut mengungkapkan tentang bagaimana atau kapan perangkat itu digunakan.

Pada 2001, Mahkamah Agung melarang polisi menggunakan kamera thermal tanpa surat perintah. Hal ini berlaku juga untuk penggunaan sistem berbasis radar yang kemudian dikembangkan.

“Gagasan bahwa pemerintah dapat mengirim sinyal melalui dinding rumah Anda untuk mencari tahu apa yang terjadi di dalamnya adalah sesuatu yang problematik,” tutur Christopher Soghoian, pakar teknologi Serikat Kebebasan Sipil Amerika kepada USA Today.

“Teknologi yang memungkinkan polisi mampu melihat ke dalam rumah adalah salah satu alat yang mengganggu.”

Sumber: news.detik.com

Tak Berkembang, Tommy Sugiarto Mundur dari Pelatnas

Tommy Sugiarto. Foto: dok/JPNN.com

JAKARTA – Keputusan mengejutkan diambil Tommy Sugiarto. Tunggal putra terbaik Indonesia itu memilih mundur dari Pelatnas periode 2015. Pebulutangkis berusia 26 tahun itu lebih memilih kembali ke PB Pelita Bakrie Jakarta.

Ini adalah kali kedua Tommy memutuskan mundur dari pelatnas. Sebelumnya, usai lima tahun menghuni asrama Cipayung, Tommy pulang ke klubnya pada 2010 silam. Namun, setelah itu Tommy kembali dipanggil Pelatnas.

“Tommy Sugiarto memang sudah resmi melayangkan surat pengunduran diri dari Pelatnas Cipayung terhitung sejak 6 Januari 2015. Alasan yang disebutkan Tommy adalah karena ia merasa permainannya tidak berkembang,” terang Rexy Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI di laman organisasi, Sabtu (10/1).

Tommy sebelumnya berlatih dengan Joko Suprianto yang menjabat sebagai pelatih kepala tunggal putra. Namun, Joko tak lagi menghuni Pelatnas sejak Juni 2014 lalu. Sejak saat itu, tim tunggal putra sektor prestasi ditangani pelatih baru asal Tangkas Jakarta, Hendry Saputra.

“Dengan persaingan di sektor tunggal putra yang semakin ketat, memang diperlukan adanya perubahan dan peningkatan baik teknik maupun strategi. Namun selama ini Tommy belum pernah berlatih dalam pola latihan di bawah asuhan pelatih yang baru,” tegas Rexy.

Sumber: http://www.jpnn.com

Jelang Ditembak Mati, Raja Ekstasi Titip Pesan untuk Jokowi

Jokowi. Foto: Adri/dok.JPNN

NUSAKAMBANGAN – Dalam hitungan jam ke depan, pelaksanaan eksekusi enam terpidana mati akan dilaksanakan. Suasana Lapas Pasir Putih, Nusakambangan pun terasa beda.

Para terpidana, terutama yang divonis hukuman mati resah. Namun, ada seorang terpidana mati yang begitu siap menghadapi regu tembak, dia adalah Ang Kim Soei.

Ang Kim Soei adalah warga negara Belanda kelahiran Papua. Pria berusia 62 tahun itu memiliki beberapa nama alias, Ance Thahir, Kim Ho, dan Tommi Wijaya.

Dia juga dikenal sebagai Raja Ekstasi Ciledug. Itu karena dia ditangkap di pabrik ekstasi miliknya yang ada di kawasan Cipondoh, Ciledug, Tangerang, pada 2002.

Wartawan Jawa Pos Ilham Wancoko berhasil menemui Ang Kim Soei pada Rabu malam lalu (14/1) dengan bantuan pengacara Kedutaan Besar Brasil Utomo Karim. Wawancara dilakukan beberapa saat setelah Ang Kim Soei masuk ruang isolasi di Lapas Besi. Sebelumnya dia ditahan di Lapas Pasir Putih.

Sekitar pukul 19.00, Ang Kim Soei dengan dikawal empat sipir meninggalkan lapas Pasir Putih. Dengan tangan diborgol, dia berjalan santai. Mengenakan kaos berwarna merah, raut mukanya tampak tenang.

Begitu sampai di ruang tunggu, sipir menyelipkan sebuah amplop surat berwarna coklat di saku kaosnya. “Ini Ang Kim Soei, mana perwakilan Kedutaan Besar Belanda,” tanya salah satu sipir.

Sayang, ternyata tidak ada seorang pun perwakilan kedubes Belanda yang datang. Akhirnya, Ang Kim Soei diarahkan menuju bus tahanan dan meluncur ke Lapas Besi untuk diisolasi.

Di Lapas Besi, Ang Kim Soei satu sel dengan Marco Archer C Moreira asal Brasil. Moreira adalah terpidana mati atas kasus penyelundupan heroin seberat 13,5 kg pada 2003.

Kalau Moreira uring-uringan dan tampak stres, Ang Kim Soei tampak tabah menghadapi ancaman maut. Setelah menjalani sidang pemberitahuan tentang eksekusi yang akan dilakukan Minggu besok (18/1), dia langsung masuk ke dalam sel isolasi. Tatapannya lalu menerawang ke luar sel sambil kedua tangannya memegangi jeruji besi.

Di bawah sinar lampu neon yang terang, mukanya tampak sedih. Namun, tidak menunjukkan emosi yang berlebih. Tampak sekali, dia sudah menerima rencana eksekusi dirinya. Saat itu, seorang sipir mendatanginya.

“Pak, saya pamit ya. Maafkan jika ada kesalahan selama ini,” ujar sang sipir kepada Ang Kim Soei. Keduanya lalu berjabat tangan dan sipir itu pergi keluar dari Lapas Besi.

Saat Jawa Pos mendekatinya, Ang Kim Soei menunjukkan sikap ramah. Dia mau diajak ngobrol, namun menolak untuk diambil gambar. Berikut petikan wawawancara eksklusif Jawa Pos dengan Ang Kim Soei.

Bagaimana keadaan Anda?
Baik-baik saja.

Apakah anda mengetahui akan dieksekusi mati?
Saya baru saja diberitahu rencana eksekusi. Sudah saya prediksi kalau pemindahan saya karena akan dieksekusi.

Anda menerima eksekusi ini?
Mau bagaimana lagi, ini sudah takdir harus saya terima.

Apakah ada pesan untuk seseorang?
Saya punya pesan untuk Presiden Jokowi, saya selama ini telah berubah dan terus berupaya berbuat baik. Salah satunya, dengan mengobati orang, baik narapidana atau warga sekitar. Ada puluhan orang yang telah saya obati. Saya memiliki kemampuan untuk mengobati, saya menggunakannya. Tapi, mengapa justru saya yang dihantam (dieksekusi). Padahal, banyak terpidana mati, yang tetap berbuat jahat di dalam penjara.

Jenis pengobatan apa yang dilakukan?

Ada banyak hal yang bisa digunakan untuk mengobati, ada berbagai tanaman obat dan semacamnya. Semua itu ada di Pulau Nusakambangan ini.

Apakah Anda punya pesan untuk masyarakat?
Saya menyesal telah membuat narkotika. Sebaiknya, masyarakat menjauhi narkotika, obat-obatan terlarang ini merusak tubuh secara perlahan. Paru-paru, jantung dan semua organ manusia.

Bagaimana proses hukum yang selama ini Anda jalani?
Dulu waktu saya ditangkap, polisi membuat berita acara pemeriksaan (BAP). Dalam BAP itu saya disebut sendirian. Padahal sebenarnya ada dua orang pelaku lainnya. Tapi, hal itu sama sekali tidak disebut. BAP itu saya setujui karena di bawah ancaman dan waktu di pengadilan sempat saya tolak BAP itu, tapi saya dianggap berbelit-belit. Bahkan, banyak orang yang mendemo saya di pengadilan. Pendemo itu meminta pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepada saya.

Soal proses hukum, apa ada hal lain yang ingin diungkapkan?
Dulu saat di penjara Cipinang, saya sering kali harus memberikan uang Rp 5 ribu kepada setiap satu petugas. Dalam sehari, saya harus memberi Rp 5 ribu untuk lima petugas. Tentu hal itu menyusahkan, saya tidak punya uang. Tapi, begitu dipindah di Lapas Pasir Putih, kondisinya berbeda, sipir memperlakukan saya seperti keluarga.

Apa keluarga mengetahui Anda akan dieksekusi?
Mereka sudah mengetahuinya sejak dulu.

Bagaimana tanggapan keluarga?
Apa mau dikata, mereka tidak bisa berbuat apa pun. Saya memiliki empat anak, dua anak lelaki dan dua anak perempuan.

Apa permintaan terakhir Anda?
Tentu saja, saya ingin bertemu keluarga jika diperbolehkan. Kalau Jaksa membolehkan, saya akan lebih senang. Tidak ada yang lain!

Apakah mereka akan datang?
(Pertanyaan terakhir itu tidak dijawab Ang Kim Soei).

Jawa Pos pun harus meninggalkan sel Ang Kim Soei karena dipanggil oleh jaksa yang sedang bertugas di sana.

Sumber: http://www.jpnn.com

 

Istri Wali Kota Pembunuh 43 Mahasiswa Dipindahkan ke Penjara Berkeamanan Tinggi

Maria de los Angeles Pineda dan suaminya

                         Maria de los Angeles Pineda dan Suaminya

REPUBLIKA.CO.ID,MEXICO CITY— Istri mantan wali kota Iguala di negara bagian Guerrero, Meksiko Maria de los Angeles Pineda yang didakwa sebagai dalang hilangnya 43 mahasiswa pada 26 September lalu dipindahkan ke penjara berkeamanan tinggi.

Istri Jose Luis Abarca tersebut, seperti dilansir laman Aljazirah, menjadi tahanan rumah. Kemudian ia pindahkan ke penjara dengan keamanan tinggi di negara bagian Nayarit di barat Mexico City.

“Hakim mengeluarkan surat perintah penahanan praperadilan atas kemungkinan perannya dalam melakukan kejahatan terorganisir, penyelundupan narkotika dan operasi dengan dana terlarang,” kata jaksa federal Tomas Zeron, Selasa (6/1).

Rekaman video menunjukkan Pineda dengan wajah muram dan hanya terdiam dikawal petugas dibawa ke dalam truk.

Zeron mengatakan, kakak laki-laki Pineda adalah anggota terkemuka geng narkotika Guerreros Unidos. Hasil  penyelidikan mengindikasikan Abarca memerintahkan polisi menangkap mahasiswa untuk menghentikan mereka melakukan demonstrasi.

Mahasiswa menghilang setelah polisi menyerang bus dan menyerahkan mereka kepada anggota geng untuk dibunuh. Jasad mereka lantas dibakar di tempat pembuangan sampah dan abunya dibuang ke sungai.